Idris: Penerapan PSBB Butuh Penerbitan Pergub Jabar

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease atou Covid-19. Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, menetetap Kota Depok, salah satu wilayah yang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk pelaksanaan PSBB di wilayah Depok dan wilayah Bogor serta Bekasi (Bodebek), itu di butuhkan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat (Jabar).

“Jadi dengan adanya peraturan ini, yang nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan PSBB tersebut. Namun, intinya kami terus berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan pelaksanaan PSBB dalam waktu dekat,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris,
Minggu (12/4), di Balai Kota, Jawa Barat.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk turut mendukung dalam kebijakan tersebut. Karena, ini demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Artinya, tetaplah tinggal di rumah, dan jaga jarak fisik (physical distancing). Selain itu, gunakanlah masker jika harus beraktifitas di luar rumah, serta mengoptimalkan Kampung Siaga Covid-19. Jadi, dengan kerjasama semua pihak, kita bisa mengatasi Covid-19 ini,” imbuh Idris.

Idris juga menyebutkan, bahwa perkembangan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Depok sebanyak 2.112 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 564 orang.

“Selanjutnya, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 31 orang, dan status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, dan masih harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” ucapnya.

Idris menambahkan, bahwa data PDP meninggal hari ini menjadi 31 orang atau berkurang dari jumlah 34 orang di hari Sabtu kemarin. Karena tiga orang yang meninggal tersebut, hasil Swab PCR-nya dinyatakan positif, sehingga datanya dimasukan pada data kasus konfirmasi yang meninggal.

“Sedangkan, untuk kasus konfirmasi sebanyak 122 orang, sembuh 11 orang, dan meninggal dunia menjadi 15 orang. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG), 651 orang,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply