Pemulasaran Jenazah Penderita COVID-19 Tidak Menular

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono menerangkan bahwa kita telah mengadakan seminar secara online. Sebagai narasumber adalah Dokter hewan Muhammad Indro Cahyono, ahli Virologi Universitas Of Adelaide Australia.

” Jadi, beliau menyampaikan terkait masalah protokol pemulasaran yang dilakukan oleh Rumah Sakit terkait korban Covid-19 ini sudah sesuai dengan protokol yang ada di WHO. Namun ketika Bimas Islam kementerian agama itu mengeluarkan surat edaran terkait aturan protokol pemakaman ya yang mengharuskan jarak 500 m dari pemukiman dan 50 m dari sumber air ini tidak ada dasarnya dan di WHO pun juga itu tidak ada,” ujar Sidik, Kamis (2/4), usai Seminar Covid-19 secara Virtual atau teleconference di DeCord, Balaikota Depok, Jawa Barat.

Menurut Sidik, bahwa kegiatan sangat penting untuk memberikan penjelasan dan sosialisasi ke masyarakat luas terkait penangganan jenazah yang akan dimakamkan. Dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, siap mensosialisasikan terkait pemakaman jenazah yang ditetapkan oleh World Health Organisation (WHO).

“Untuk itu, agar masyarakat luas paham dan mengerti terkait pemakaman jenazah korban Covid-19 yang telah dilakukan sesuai SOP tim kesehatan yang ada, sehingga tidak perlu khawatir akan tertular Covid-19,” tutur Sidik.

Sementara itu, Ahli Virologi Universitas Of Adelaide Australia, Mohammad Indro Cahyono menjelaskan, bahwa virus atau penyakit jenis apapun, hanya mampu berkembang biak pada tubuh yang masih bernyawa. Oleh karena itu, ketika pasien positif Corona meninggal, virus dalam tubuh pasien, tidak bertambah atau keluar dan menularkan.

“Artinya, jika di tubuh jenazah itu ada 100 virus dengan sendirinya akan hilang dan hancur, setelah melalui proses pembersihan jenazah yang dilakukan oleh tenaga medis profesional di rumah sakit,” ujarnya.

Dia juga memaparkan, bahwa dengan kegiatan proses pemulasaran jenazah positif Covid-19 harus tetap dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional di rumah sakit.

“Artinya, mulai dari pembersihan murni di ruang jenazah, dan tenaga medis yang menanggani jenazah tentunya harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” paparnya.

Mohammad Indro Cahyono juga menambahkan, setelah semua dilakukan di kemudian jenazah dikanfankan dan dimasukan dalam peti, agar Covid-19 atau virus tidak menyebar dan peti jenazah juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Jadi pada intinya, yang jelas setelah jenazah dimandikan dan dibersihkan tentunya harus secepatnya dimakamkan. Untuk proses pemakaman tentunya sama dnegan pemakaman umum lainnya serta petugas pemakaman tidak perlu menggunakan APD lengkap,” pungkas ahli Virologi Universitas Of Adelaide Australia itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply