Kogawad Pertanyakan 20 atau 75 M Untuk Penangganan COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Komunitas Gabungan Wartawan Depok (Kogawad), mempertanyakan terkait anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penangganan virus Corono (COVID-19) khususnya di Kota Depok sebesar Rp 20 miliar untuk dibelanjakan apa saja. Sedangkan, dengan adanya alat pelindung diri (APD) sudah mendapatkan bantuan pemerintah pusat sebanyak 2.400 unit.

“ Jadi, dengan besaran dana itu cukup dibelanjakan, artinya untuk apa saja terlebih ada rencana Pemkot Depok bakal mengelontorkan kembali tahap ke dua dengan alasan masih banyak kekurangan membeli APD dan lainnya dalam upaya penangganan COVID-19 tersebut, ” tegas Ketua Umum Kogawad Depok, Maikhel, Minggu (29/3), di Sekretariatnya.

Dia menjelaskan, bahwa tidak hanya masalah dana sebesar Rp 20 miliar yang telah digelontorkan untuk penangganan Covid 19 di Kota Depok itu, pihaknya juga mempertanyakan informasi bahwa dana yang dikucurkan untuk penangganan COVID-19 menurut, anggota DPRD Kota Depok Hamzah, ternyata mencapai Rp 75 miliar.

“ Jadi sebetulnya, mana yang benar, 20 M, atau 75 M. Sebab, dana tersebut uang rakyat dan diperlukan untuk masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Sedangkan dalam pantauan Kogawad dilapangan, kegiatan penyemprotan di lingkungan warga Kota Depok kebanyakan menggunakan dana swadaya atau gotong royong warga untuk membeli cairan disinfektan tanpa ada bantuan Pemkot Depok,” pungkas Maikhel.

Sedangkan Pemerintah Kota Depok, telah mengucurkan untuk penangganan Covid 19 berasal dari BTT sebesar Rp 20 miliar dengan rincian Rp 15 miliar dialokasikan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menanggani COVID-19.

Dalam rinciannya, anggaran sebesar Rp 15 miliar sudah dipergunakan untuk membeli keperluan persediaan masker, baju Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, thermometer, obat-obatan, keperluan swab, dan peralatan kesehatan. Masker dan APD lainnya sudah ada di seluruh Puskesmas, Rumah Sakit Swasta, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan 119 Rujukan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu.

“Sementara Rp 5 miliar diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok untuk penanganan pasien dan pembelian peralatan kesehatan,” ujar Wali Kota Depok, Muhammad Idris didampingi juru bicara tim gugus tugas penangganan Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana, kemarin.

Menurut Idris, bahwa pihaknya kini melakukan pendjawalan ulang sejumlah kegiatan di OPD yang ada, guna memangkas anggaran seperti kegiatan makan minum, rapat koordinasi, bimbingan teknis dan pelatihan-pelatihan serta kegiatan yang tidak terlaksana yang bersumber dari SILPA dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi untuk selanjutnya, sumber dana lainnya adalah dari Dana Insentif Daerah (DID). Sedangkan untuk insentif tenaga kesehatan, sudah direncanakan akan diberikan dari DID sebesar Rp 21 miliar,” ucapnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply