Melalui Video Teleconverence JPU Iskandar Tuntut 6 Tahun Penjara Pengedar Dollar Palsu

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iskandar Zulkarnain SH MH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara melalui video teleconverence menjatuhkan Tuntutan 6 tahun pidana penjara terhadap 7 terdakwa Paduan Arion Cs, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (26/3).

Ke 7 terdakwa yang dijatuhi hukuman 6 tahun pidana penjara itu, masing-masing; 1. Paduan Arion, 2. Absalom Reinlex Tuhusula , 3. Agus Sukoco Bin Sumarjo, 4. Rudolf Valentino Lengkong, 5. Donny Adios, 6. Fuad Febriansyah dan 7. Hasanuddin bin Muhammad Sidik.

JPU Iskandar Zulkarnain di hadapan Ketua Majelis Hakim Agung Purbantoro, SH, MH dengan anggota majelis Dodong Iman Rusdani, SH dan Tugiyanto, SH mengatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 244 KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP “turut serta melakukan meniru atau memalsu uang atau uang kertas yang dikeluarkan Oleh Negara atau Bank, dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang atau uang kertas itu sebagai asli dan tidak palsu”.

Sebelum menjatuhkan Tuntutannya, JPU Iskandar Zulkarnain terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan terdakwa. Para terdakwa yang dalam berkas terpisah (splitsing) itu dikatakan tidak berterus-terang mengakui perbuatannya dan berbelit-belit memberikan keterangan dipersidangan, sehingga memperlambat jalannya persidangan.

Hal yang meringankan bahwa para terdakwa mengakui bersalah dan masih menjadi tulang punggung keluarga.

Menurut JPU Iskandar perbuatan ke 7 terdakwa tersebut diungkap Satserse Polres Pelabuhan Tg. Priok, Jakarta Utara, bermula saat terdakwa Paduan Aryon ditangkap Kamis (04/07/2019) di Loby Hotel Santika Jln. Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Anggota Serse Polres Pelabuhan Tg. Priok lswandi, Amd bersama dengan Safrian Tuiberki mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya transaksi penjualan Dollar Amerika Palsu. Berdasarkan informasi masyarakat itu tim Buser Iswandi dan Safrian Tuiberki melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat tersebut. Benar, ditempat tersebut saksi melihat Absalom Reinlex Tuhusula , Agus Sukoco Bin Sumarjo, Rudolf Valentino Lengkong dan Donny Adios.

Melihat fakta itu tim Buser Iswandi dan Safrian Tuiberki tidak menyia-nyiakan kesempatan lalu segera melakukan penangkapan serta melakukan penggledahan badan.

Ternyata ditemukan barang bukti uang kertas Dollar Amerika Palsu sebanyak 10 Lak Pecahan USD (seralus Dollar Amerika) sebanyak USD 100.000 (Seratus Ribu Dollar Amerika) yang dibungkus dengan Amplop warna Coklat.

Dari hasil introgasi yang dilakukan bahwa uang kertas Dollar Amerika Palsu sebanyak 10 Lak Pecahan USD yang dibungkus dengan Amplop warna Coklat itu didapatkan dari Hasanudim.

Selanjutnya saksi Iswandi melakukan pengembangan dan menangkap Hasanudin, Fuad Febriansyah dan dilakukan penggeledahan. Didapatkan uang Barang bukti berupa, 75 uang SGD $ (Dollar Singapore) pecahan masing-masing 10.000 SGD $ (dollar Singapore), 140 lembar uang US $ (dollar amerika) pecahan nilai masing-masing 100 US$, 1 lembar uang SGD $ (dollar Singapore) masing-masing senilai 10.000 SGD $ (dollar singapre), 2 lembar uang ringgit Brunai masing-masing 10.000 dollar brunai, 3 lembar uang Euro nilai masing-masing 500 Euro (dollar Eropa) 2 lembar US$ (dollar amerika) tahun 2009 masing-masing 100 US$(dollar amerika); 4 lembar US$ (dollar amerika) tahun 2006 masing-masing senilai 100 US$ ( dollar amerika),: 3 (tiga) CAD $ (Dollar Kanada) tahun 1988 masing-masing senilai 1000 CAD$ (dollar kanada). Yang lainnya berupa dokumen.

Lebih jauh Iskandar mengatakan Bahwa terdakwa mengedarkan uang kertas Dollar Amerika Palsu sebanyak 10 (sepuluh ) Lak Pecahan USD (seratus Dollar Amerika) sebanyak USD 100.000 (Seratus Ribu Dollar Amerika) yang dibungkus dengan Amplop warna Coklat milik saksi Fuad Febriansyah dengan terdakwa Paduan Aryon atas perintah saksi Fuad Febriansyah (berkas terpisah) disuruh untuk menyerahkan kepada saksi Hasanudin Pada tanggal 03 Juli 2019 untuk dilakukan verifikasi oleh saksi Hasanudin ke direktur Bank BRI dirumahnya.

Bahwa terdakwa sebelumnya pada bulan April 2019 penah mengedarkan uang dollar Palsu sebanyak 1 lembar dollar US$ seri HK seharga Rp.800 ribu.

Bahwa maksud dan tujuan terdakwa mengedarkan uang dollar Palsu adalah untuk mendapatkan keuntungan berupa uang.

Atas Tuntutan jaksa itu, Ketua Majelis Hakim Agung Purbantoro mempersilahkan terdakwa mengajukan pembelaan pribadi maupun melalui pensehat hukum terdakwa.

“Saudara terdakwa, apakah sudah mengerti isi surat tuntutan jaksa itu? Kami selaku Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada anda untuk mengajukan pledoi (pembelaan),” ujar Agung Purbantoro kepada terdakwa melalui video teleconverence itu.

Majelis hakim juga memerintahkan JPU agar segera menyerahkan salinan surat tuntutan kepada para terdakwa guna pembuatan pledoinya. “Saudara Jaksa, segera berikan salinan surat tuntutan kepada para terdakwa. Karena yang punya akses adalah saudara, jadi besok pagi segera diserahkan,” perintah hakim.

Untuk agenda sidang pledoi akan digelar sidang Senin, 30 Maret 2020.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply