Lapas Cilegon Terapkan Kunjungan Online Antisipasi COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN  –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cilegon, menerapkan peraturan pembatasan bagi pengunjung yang hendak membesuk salah satu keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di dalam Lapas. Hal tersebut dilakukan karenakan adanya arahan dari Sekertaris Jenderal Hukum dan HAM serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan bahwa setiap Unit Pelayanan Terpadu (UPT) pemasyarakatan yang ada di Indonesia untuk membatasi masyarakat yang ingin berkunjung (Pembesuk) dalam upaya Pencegahan serta Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).

” Yang tadinya fisik sekarang melalui Online, dengan Video Call untuk pencegahan penyebaran virus COVID -19 yang semakin luas. Pembesuk tidak diperbolehkan masuk, kita sudah siapkan nomor kontak yang bisa digunakan untuk Video Call. Ada 11 alat untuk komunikasi yang bisa dijadikan alat media berkunjung secara online,” ucap Kepala Deodorant Kegiatan Kerja sekaligus Ketua Tim Koordinator Pencegahan Penanganan COVID-19, Zulkarnain, Selasa (24/3).

Zulkarnain mengungkapkan, pembatasan bagi pengunjung mulai diberlakukan sejak hari Rabu, 18 – 31 Maret 2020. Sesuai Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan HAM Banten Nomer W12-14.OT.02.02 Tanggal 16 Maret 2020.

“Kebetulan di Lapas ini sudah seminggu sebelum dimulainya lockdown, itu kita sudah membentuk Tim Pencegahan Penanganan Virus Corona (COVID-19) dan kebetulan saya sendiri ketuanya,” ujarnya.

Ada beberapa bagian dari tim yang bertugas untuk pencegahan Virus COVID-19 yang berada di Lepas Kelas II A Cilegon.

“Kita dibagi tiga tugas. Pertama, Koordinator internal untuk sosialisasi warga binaan yang didalam; Kedua, Koordinator external itu untuk koordinasi ke instansi penegak hukum dan stakeholder lainnya; dan Ketiga, Koordinator pencegahan dipintu masuk utama,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam perintah Kalapas ada surat keputusan yang tidak memperbolehkan masuk kedalam (Lapas) kecuali yang sedang bertugas karena sesuai arahan dari Ketua Gugus Pusat, Presiden ataupun masing masing Kepala Daerah.

” Setiap yang masuk dilakukan pemeriksaan dan kita tanyakan, barang bawaannya juga kita periksa, dan kita juga jaga jarak minimal 1 meter sampai 1 meter setengah. Kita semprot, namun tetap yang bisa masuk adalah petugas dan wajib kita semprot ataupun kita suruh cuci tangan. Begitupun jika yang masuk itu bahan makanan tetap supirnya itu kita suruh turun kita periksa, dan kita semprotkan disinfektan, chek suhu dan kita catat dalam buku laporan kita, dan kalau diatas 37 derajat calcius kita tidak perbolehkan masuk maupun itu petugas ataupun pekerja yang ada di dalam,” tegas Zulkarnain.

JUARA

Share.

About Author

Leave A Reply