Diduga JPU Salah Membawa Empat Saksi, Agus Butarbutar Harus Bebas Murni

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Jika empat saksi tidak mengenal terdakwa dalam perkara delik aduan, siapakah yang akan dipersalahkan?

Agus Butarbutar mengatakan bahwa dirinya bingung dalam kasus yang dihadapi saat ini yang mana saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwartin, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta kepersidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara tak satupun yang mengenalnya. Jadi apa dasarnya JPU mendakwa terdakwa tanpa adanya saksi yang mengetahui kapan, dimana terdakwa melakukan perbuatannya sebagaimana yang telah didakwakan JPU melanggar Pasal 244, Jo. Pasal 266 KUHP.

Mirisnya lagi, dia (Agus Butarbutar) langsung ditahan penyidik Polda Metro Jaya tanpa adanya peningkatan status saksi menjadi tersangka padahal surat panggilan I adalah sebagai saksi. Namun pas saat Agus Butarbutar dan Juniar baru tiba dari Singapura, langsung ditangkap dan ditahan.

Kepolisian dan Kejaksaan setali tiga uang. Berkas perkara Agus Butarbutar dinyatakan P21.

Sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan, 4 orang saksi yang dihadirkan JPU Suwartin, yakni dua saksi Pelapor ( Martin Adam dan Suzane Liane) , Notaris Gres Parulian Hutagalung dan seorang Sopir tidak ada yang mengaku mengenal Agus Butarbutar. Anehkan?

Bahkan pelapor (Martin Adam dan Suzane Liane) dihadapan hakim mengaku tidak pernah melaporkan Agus Butarbutar. Lalu dari mana BAP yang menyatakan bahwa Agus Butarbutar memasukkan keterangan palsu?

Sementara JPU mendakwa Agus Butarbutar dengan dakwaan memasukan keterangan palsu kedalam surat autentik yakni surat pernikahan antara Juniar dengan almarhum Sudibyo (orang tua Martin Adam dan Suzane Liane).

“Bagaimana ini sauadara Jaksa? Saksi mengatakan tidak mengenal terdakwa, padahal di BAP ada nama saksi,” tanya Majelis Tugiyanto SH kepada JPU.

“Terkait adanya surat nikah antara Juniar dan Basri Sudibyo yang dinikahkan oleh Pdt Hosea Agus Butarbutar tidak tahu. Adapun kasus keperdataan terkait penetapan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara nama Agus Butarbutar tidak ada didalamnya. Jadi untuk memenuhi Pasal 244 (pemalsuan dokumen), Jo. 266 KUHP menurut saya susah dibuktikan. Karena perkawinan/pernikahan antara Juniar dan Basri Sudibyo itu memang fakta,” ucap Agus.

“Kami tidak perlu bertanya kepada saksi itu karena saksi itu tidak mengenal klien kami,” ujar Advokat Halim SH kepada wartawan usai sidang pemeriksaan saksi Notaris Gres Parulian Hutagalung, SH di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (23/3).

Menurut Advokat Halim, kliennya (Agus Butarbutar) tidak perlu menanggapi kesaksian notaris itu. Karena notaris tidak mengenal terdakwa Agus Butarbutar.

“Sudah 4 saksi yang diperiksa dipersidangan semua mengatakan tidak mengenal terdakwa, jadi apa kolerasi dakwaan dengan para saksi? Bahkan pelapor sendiri mengatakan tidak pernah melaporkan terdakwa,” ungkap Halim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwartin Polembi, SH, MH, Magdalena Manjorang, SH, Erma Octora, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menghadirkan saksi Gres Parulian Hutagalung (Notaris) yang menjadi notaris dalam pembagian warisan harta peninggalan almarhum Basri Sudibyo orang tua dari Martin Adam dan Suzane Liane (saksi pelapor).

Notaris Gres Parulian Hutagalung, SH dalam persidangan mengaku tidak mengenal terdakwa Agus Butarbutar.

“Sudahlah, kan saksi ini tidak mengenal anda (terdakwa) ngapain anda bertanya? Ini sudah jelas ga mengenal anda jangan ditanyakan apa gunanya?” ujar Anggota Majelis Hakim Firman SH menimpali perkataan terdakwa yang mengatakan bahwa keterangan saksi Notaris ada yang benar dan ada yang tidak benar.

“Keterangan saksi ini bukan untuk saudara terdakwa. Keterangan saksi hanya menceritakan adanya hubungan saksi dengan almarhum Basri Sudibyo dengan anaknya Martin Adam dan Suzane Liane dan juga untuk terdakwa Juniar (berkas terpisah),” ujar Firman.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply