Sidang Narkoba, Ada BB Divonis Ringan Tak Ada BB Divonis Tinggi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA  –  Sidang perkara narkotika jenis Pil Ekstacy dengan terdakwa, Samuri bin Salama digelar di Pengadilam Negeri, Senin (23/3) dengan agenda Putusan.

Meskipun jadwal sidang sebenarnya pada Kamis (26/3) mendatang, namun Majelis Hakim meminta sidang tersebut digelar maju dari jadwal sebenarnya.

Dimajukannya jadwal sidang tersebut diduga ada ke khawatiran terkait pemberitaan di RadarOnline.id, terkait oknum Panitera yang disebut-sebut oleh penasehat hukum terdakwa telah menirima uang perkara sebesar Rp 100 juta, meskipun pernyataan pengacara terdakwa tersebut dibantah keras oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Martin Ginting.

Ketua Majelis Hakim, Anton dalam amar putusannya mengatakan terdakwa telah melakukan melawan perbuatan hukum dengan sengaja menyimpan dan menguasai barang terlarang berupa Pil Ekstacy sebanyak 99 butir. “Perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat (2) uu R.I nomer 35  tahun 2009 dengan hukuman 11 tahun 6 bulan,” ucap Anton.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa sebelumnya yakni 17 tahun penjara. Kendati dalam surat tuntutan Jaksa salah memasukkan nama sesorang yang bernama Samuri bin Tosen, hal itu tidak dipertimbangkan oleh Ketua Majelis Hakim.

Ditanya soal salah nama pada saat pembacaan tuntutan jaksa mengaku salah ketik, “Salah ketik Mas,” akunya.

Usai sidang terdakwa mengatakan putusan itu sangat tidak tepat, karena saya tidak ada barang bukti sedikitpun, sedangkan yang ada barang bukti Haryono alias Iyon berkas dipisah hanya di vonis 7 tahun 6 bulan, “Kenapa saya malah lebih tinggi, dalam dakwaan jelas tidak ada barang bukti apapun, hanya saja nomer rekening BCA saya dipinjam untuk transaksi,” keluh Samuri sembari menangis.   

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply