Seorang Wartawan Mengalami Pelayanan Buruk di RSUD Koja

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Pengalaman pahit itu dialami pasien Thomson Gultom yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan dirawat di kamar 802, Blok B, Lt. 8, RSUD Koja, Jumat (13/3).

Thomson yang mengalami demam tinggi dan batuk panjang pukul 13.00 WIB kehabisan infus. Istrinya, Herlyna Butarbutar sudah bolak balik meminta kepada perawat supaya mengganti infus yang sudah kosong dengan infus yang baru. Namun permintaan Herlina itu tidak dilayani perawat.

“Sabar Bu! Nanti kita jalan sekalian Keliling,” ujar perawatan itu. Namun faktanya, perawat baru datang pukul 17.00 WIB. Itupun sudah untuk semua pasien bukan khusus untuk Thomson Gultom karena kebutuhan mendesak.

Hal yang sama terulang kembali, infus yang dipasang pukul 17.00 WIB sudah habis pukul 20.00 WIB. Melalui bel yang tersedia diruang pasien tidak berfungsi. Herlina kembali bolak-bolak memberitahu suster bahwa infus asien Thomson Gultom sudah habis.

Infus baru dipasang pukul 23.00 WIB, setelah terlebih dahulu diancam bahwa pelayanan buruk RSUD Koja, Buruk akan diberitakan.

“Suami saya wartawan. Siaplah kalian besok jadi bahan berita,” ujar Herlina kepada perawat itu.

Dengan adanya ancaman akan diberitakan itu, perawat itu langsung bergegas membawa 2 infus.

Saat perawat itu memasang infus, Thomson yang wartawan itu mengajukan pertanyaan bagaimana SOP ( standar operasional prosedur ) pelayanan RSUD Koja. Setelah diajukan sejumlah pertanyaan, terjawab lah sudah pelayanan itu sudah tidak sesuai SOP.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply