Pungutan Biaya Pemagaran SDN Kuta Jaya 2 Dipertanyakan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KABUPATEN TANGERANG – Pungutan biaya pemagaran SDN Kuta Jaya 2 Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang yang dibebankan kepada orangtua siswa kelas 1,2 dan 3 sebesar Rp. 190.000 persiswa di pertanyakan.

Wawan Gunawan selaku kepala SDN Kuta Jaya 2 yang di konfirmasi oleh RadarOnline.id baru baru ini membenarkan perihal pungutan tersebut.

” Sebenarnya masalah pemagaran tersebut sudah di bahas dalam rapat dengan orangtua siswa pada bulan Agustus 2019, tapi waktu itu masih dengan kepala sekolah yang lama, karena saya masih baru disini, dan di dalam berita acaranya saya lihat memang dijelaskan sumbangan tersebut hanya untuk siswa yang mampu saja, kalau tidak mampu tidak usah, ujarnya kepada RadarOnline.id di dampingi oleh komite sekolah.

Dani yang mengaku sebagai pengurus lingkungan yang juga merupakan komite sekolah memberikan penjelasan menimpali pernyataan Kepala Sekolah. “Sekolah membutuhkan dengan sangat mendesak untuk meninggikan pagar sekolah untuk mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan, seperti kehilangan barang barang milik inventaris sekolah, terus pada malam hari di jadikan tempat nongkrong anak anak kerena bisa masuk ke lingkungungan sekolah dengan melompat pagar yang memang tidak terlalu tinggi”.

Maka dari itu kita usulkanlah kepada orangtua siswa yang mampu untuk di adakan pungutan untuk biaya meninggikan pagar Sekolah dan hal tersebut sudah disepakati orangtua siswa dengan komite sekolah, ujarnya.

Menanggapi hal tersebut diatas, Josnson Manurung selaku Humas LSM Gempita DPD Tangerang Raya berkomentar, “kita sangat menyayangkan masih adanya praktek praktek pungutan yang seperti ini, padahal secara aturan sudah jelas bahwasanya pungutan dalam bentuk apapun sebenarnya sudah tidak diperbolehkan, kami yang merupakan bagian dari masyarakat akan mempertanyakan hal ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, apakah dinas mengetahui pungutan ini?

“Terus apakah usulan pemagaran ini sudah pernah di usulkan, dalam waktu dekat ini kami akan menyurati Dinas untuk mempertanyakan hal tersebut,” ujarnya kepada RadarOnline.id.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply