Penggunaan Anggaran Dana BOS dan BOP di SDN CBU 11 Pagi Dipertanyakan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Penggunaan Dana BOS dan BOP di SD Negeri Cipinang Besar Utara 11 Kec Jatinegara disinyalir masuk kantong pribadi. 

Bantuan Operasional Sekolah yang disingkat dengan BOS adalah merupakan program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Besarnya nominal BOS ditentukan dalam petunjuk teknis (juknis) BOS yang diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Di tahun anggaran 2018, juknis BOS diatur dengan Permendikbud No 1 Tahun 2018. Besarnya nominal untuk setiap peserta didik dalam satu tahun dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan.

Untuk SD sebesar Rp. 800.000 perpeserta didik pertahun, untuk SMP sebesar Rp. 1.000.000 perpeserta didik pertahun, untuk SMA dan SMK sebesar Rp. 1.400.000 perpeserta didik pertahun dan untuk SDLB/SMPLB/SMALB/SLB sebesar Rp. 2.000.000 perpeserta didik pertahun.

Komponen pembiayaan dari BOS adalah termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang meliputi pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan/atau jendela, lantai dan/atau fasilitas sekolah lainnya yang tidak lebih dari renovasi ringan.

Perbaikan mebeler, termasuk pembelian meubeler di kelas untuk peserta didik/guru jika meubeler yang ada di kelas sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan.

Perbaikan sanitasi sekolah (kloset, urinoir, washtafel, keran air dan lainnya) agar berfungsi dengan baik, pelaksanaan sekolah hijau serta penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi satuan pendidikan yang belum memiliki air bersih.

Sedangkan Bantuan Operasional Pendidikan yang disingkat BOP adalah alokasi dana yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada sekolah/madrasah berdasarkan jumlah peserta didik terdaftar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sesuai dengan Pergub Provinsi DKI Jakarta No 59 tahun 2016, Pasal 3 ayat 1 berbunyi : Tujuan umum pemberian dana BOP bagi Sekolah Negeri/Madrasah Negeri untuk membiayai kegiatan operasional pendidikan pada Sekolah Negeri/Madrasah Negeri dalam rangka wajib belajar 12 (dua belas) tahun.

Ayat 2 berbunyi : Tujuan khusus pemberian dana BOP bagi Sekolah Negeri/Madrasah Negeri adalah untuk : (d) memelihara sarana dan prasana pendidikan Sekolah Negeri/Madrasah Negeri. Besaran nominal dan penggunaan kode rekening BOP untuk Provinsi DKI Jakarta pada tahun anggaran 2018 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur nomor 460 tahun 2018.

Alokasi dasar yang diberikan kepada Sekolah Negeri berdasarkan jumlah peserta didik yang dibedakan sesuai dengan jenjang pendidikan, yaitu untuk TKN sebesar Rp. 60.000 persiswa perbulan, SDN Rp. 60.000 persiswa perbulan, SMPN/SMPT sebesar Rp. 110.000 persiswa perbulan, SMKN Program Bisnis dan Manajemen sebesar Rp. 400.000 persiswa perbulan, SMKN Program Pariwisata/Seni sebesar Rp. 500.000 persiswa perbulan, SMKN Program Teknologi/Kesehatan/Pertanian sebesar Rp. 600.000 persiswa perbulan, TKLBN/SDLBN/SMPLBN sebesar Rp. 223.000 persiswa perbulan dan SMALBN sebesar Rp. 400.000 persiswa perbulan.

Salah satu penggunaan kode rekening dari alokasi dasar BOP adalah untuk belanja pemeliharaan sarana pendidikan dan latihan yang menggunakan kode rekening 5.2.2.20.26.009.

Wartawan RadarOnline mencoba menghubungi Kepala SD Negeri Cipinang Besar Utara 11 Pagi Adelina Simatupang, M.Pd enggan ditemui alias elergi dengan wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Adapun maksud dan tujuan kami ingin mengkonfirmasi terkait penggunaan dana BOS dan BOP untuk pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan sekolah triwulan ketiga dan triwulan keempat untuk T.A 2019.

Adalina Simatupang melalui guru bidang studi olahraga (KKI) Heru menjelaskan terkait sarana pengecetan gedung. Ia membenarkan, bahwa pengecetan gedung memang benar memakai pihak perusahaan/rekanan, kalau mengenai nama perusahaan saya tidak paham, katanya

“Ada empat orang yang bekerja untuk pengecetan gedung sekolah ini yakni satu orang dari pihak perusahaan/rekanan dan tiga orang dari pihak sekolah,” jelas Heru

Kasatlak Pendidikan Kecamatan Jatinegara Anif langsung turun ke sekolah untuk menindahlanjuti laporan yang disampaikan wartawan RadarOnline.id, namun saat dipertanyakan bagaimana hasil kunjungan ke SDN CBU 11, Kasatlak hanya mengirim foto hasil kunjungan dan tidak dapat menyampaikan hasil pertemuan alias bungkam.

RANTO MANULLANG

Share.

About Author

Leave A Reply