Ditreskrimum Amankan Oknum Pendeta Atas Kasus Asusila

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda jatim mengamankan seorang oknum Pendeta berinisial HL (57) warga Prapen lndah, Panjang Jiwo, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Karena telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

Berdasarkan laporan, dilakukan penangkapan terhadap tersangka HL, dan dilakukan pemeriksaan terkait dengan adanya perbuatan cabul di bawah umur.

“Terkait dengan hasil pemeriksaan hal yang terkait dengan adanya perbuatan cabul di bawah umur, kemarin sudah dilakukan pemeriksaan pada hari Jumat. Kita lakukan pemeriksaan darah itu diperiksa kembali dengan catatan untuk wajib lapor,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawa, Senin (9/3).

Namun, lanjut Kapolda, hasil pemantauan di lapangan yang bersangkutan tahu-tahu sudah melakukan perubahan-perubahan kendaraan, perubahan ganti nomor telepon bahkan akan berangkat keluar negeri dan ganti tempat tinggal.

“Petugas melakukan penangkapan dan pemeriksaan ulang secara maraton karena ada laporan, ada bukti-bukti lain yang menyangkut, dan ada korban lain, kita akan melakukan pendalaman korban lebih dari satu informasi yang masuk,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Berawal kejadian sejak tahun 2005 korban masih berumur 12 tahun, hingga 2011 kini korban berumur 18 tahun. Tersangka HL melakukan pencabulan diruang tamu dan kamar tidur Gereja Happy Family Center Surabaya, hal ini dilakukan seminggu dua hingga tiga kali.

“Sejak tahun 2005, awalnya tersangka memaksa memeluk badan korban dengan erat sampai tidak bergerak, kemudian mencium bibir, bahkan memaksa korban telanjang, dan mencium badan korban,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Kemudian, tersangka menyuruh korban memegang kemaluannya, memasukan alat kelamin kedalam mulut korban untuk dihisap hingga keluar sperma dan sperma tersebut dipaksa untuk ditelan oleh korban.

“Setelah itu korban di ancam “kamu jangan bilang/kasi tau siapa-siapa apalagi ortumu, jika kamu kasi tau maka saya hancur dan kedua ortumu juga akan hancur, juga kedepan suamimu tidak perlu tau,” ujarnya.

Seteiah dicabuli, korban diajak berdoa meminta kepada Tuhan agar bisa berdua lagi seperti ini, dan minta korban faith kepada Tuhan bahwa hal ini normal antara ayah dan anak angkat.

“Alasan tersangka melakukan pencabulan karena pada saat korban IR berumur 12 tahun, body nya seperti sudah kuliah (mahasiswi),” lanjutnya.

HOLD

Share.

About Author

Leave A Reply