Djaya Jumain Ingatkan Penyidik, Hati-hati Penjarakan Jurnalis

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR – Mantan Koordinator Advokasi Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Djaya Jumain yang sebelumnya meminta aparat penyidik Polda Sulawesi Selatan agar membebaskan Muh Asrul Jurnalis Berita.News.

Dalam rilisnya beberapa hari lalu, Bang Djaju sapaan akrab Djaya Jumain ingatkan penyidik lewat Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) di beberapa media karena dinilai salah prosedur.

“Seharusnya dan tepat adalah perkara Asrul di selesaikan lewat Dewan Pers bukan dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” sebut Pria murah senyum ini, Minggu (7/3).

Jawaban surat dari Dewan Pers mempertegas bahwa sesungguhnya kasus Asrul adalah kasus pers. Aturannya juga sudah jelas, mekanisme sengketa pers. Asrul tak perlu ditangkap apalagi ditahan, Ia ditangkap karena aktivitasnya sebagai jurnalis.

“Berita yang dimuat media Berita.News adalah merupakan produk jurnalistik sesuai dengan Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, “tegas mantan Jurnalis KBR 68 H Jakarta dan Kompas TV ini.

Djaya menambahkan bahwa sebelumnya ada nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia No.2/DP/MoU/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan, seluruh dugaan tindak pidana dibidang pers penanganannya dilakukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Peraturan-peraturan Dewan Pers.

Ia pun berharap aparat penegak hukum berhati-hati memenjarakan Jurnalis 

“Semoga aparat penyidik polda sulsel dapat memahaminya, karena apapun yang terjadi sebaiknya di upayakan membuka ruang mediasi terkait sengketa Pers, “tutup Sekretaris Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Sulsel.

BACHTIAR BARISALLANG

Share.

About Author

Leave A Reply