Kejari Sragen Menyita Uang Rp. 2,1 Miliar BB Korupsi RSUD

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SRAGEN – Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Jawa Tengah, berhasil menyita uang Rp.2,1 miliar dari tersangka RW, Rabu (4/3).

Tersangka RW tersangkut dalam perkara tindak pidana korupsi pada Proyek Pengadaan Sentra Operasion Komer (OK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen Tahun 2016.

” Uang yang dikembalikan oleh Tersangka RW sebanyak Rp 2,1 miliar itu merupakan pengembalian kerugian keuangan negara yang ditentukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah berdasarkan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKN) yang telah dimintakan bantuan oleh Kepala Kejari Sragen, Syarief Sulaeman Nahdi,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono SH, Jumat (6/3).

Sementara dalam vidio press release itu Kajari Srage Syarief Sulaiman nengatakan bahwa untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi adalah kewenang BPKP. “Selanjutnya uang sebanyak Rp 2.106.766.740,- akan menjadi barang bukti guna memperkuat pembuktian di depan persidangan,” ujar Kajari Syarief.

“Sebelumnya berdasarkan surat perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sragen telah ditetapkan Tersangka dalam perkara Proyek Pengadaan Sentra Operasion Komer (OK) pada RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen Tahun 2016, yakni 1. dr. Djoko Sugeng Pudjianto (DS) selaku Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen Tahun 2016. 2. Nanang Yulianto Eko Budi Raharjo, S. Farm, Apt, MM. selaku Pejabat Pembuat Komitmen / PPK dan 3. Rahardyan Wahyu Utomo, SH. (RW) selaku Direktur PT. Fabrel Medikatama (Penyedia Barang).” ungkap Hari Setiyono.

Ketiga tersangka langsung dilakukan penahanan rumah tahanan Negara (Rutan) di Rutan Sragen.

“Setelah kelengkapan berkas penyidikan lengkap, perkara tindak pidana korupsi tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan guna dilakukan tahap penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang,” tutur Kapuspenkum.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply