Jadi Pelapor Kesaksian Martin Tidak Mendukung Dakwaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Setelah mendengar keterangan dua saksi pelapor dalam perkara memasukan keterangan palsu dalam akta autentik, ternyata justru menyatakan dakwaan jaksa tidak tidak jelas.

Ketua Majelis Hakim Agung Purbantoro, SH dengan Majelis Anggota Drs. Tugiyanto, SH dan Firman, SH menggelar kembali persidangan terdakwa Agus BB, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirakan saksi Suzane Liane yang merupakan saudara kandungnya Martin Adam (pelapor).

Saksi pelapor Suzane Liane mengatakan bapaknya Basri Sudibyo tidak pernah kawin dan pacaran terhadap Juniar.

Namun pernyataan Suzane itu dianggap hanya pendapat yang tidak mengandung makna karena tidak menguatkan pembuktikan dakwaan dari jaksa penuntut umum melanggar Pasal 266, 244 KUHP, yakni memberikan keterangan palsu terhadap akta autentik.

Keterangan Suzanne itu dipatahkan keterangan Imelda Rini Wahyuni. Imelda Rini Wahyuni adalah saudara kandung Basri Sudibyo yang menyetujui dan menyaksikan pernikahan Juniar dengan Basri Sudibyo tanggal 11 Februari 2017.

Dalam persidangan Saksi Suzane Liane tidak dapat menjawab pertanyaan dari hakim, JPU apalagi pertanyaan kuasa hukum terdakwa. Lebih banyak jawaban yang mengatakan tidak tahu.

Karena ketidak tahuan itu, Suzane Liane mengaku tidak melaporkan Agus Butarbutar, dan lebih dari itu Suzane Liane menyatakan tidak mengenal Agus Butarbutar dan juga tidak tau pekerjaannya.

Kemudian tim kuasa hukum terdakwa membuka benang merah pertemuan di Jepang yang dihadiri Suzane, Juniar, Imelda, Basri Seodibiyo. “Pertemuan di Jepang inilah yang seolah ingin tutupi saksi. Agar supaya kelihatan tidak pernah ada pertemuan yang melibatkan Suzane Liane terhadap rencana perkawinan Juniar dengan Basri Sudibyo. Benang merah ada pada pertemuan itu,” ujar Agus Butarbutar diluar persidangan.

Saudara saksi apakah saudara melihat langsung pertemuan-pertemuan antara Basri Sudibyo dengan Pdt. MH.Hosea pada saat berobat di rumah Engedi Kelapa Gading, Jakarta Utara pasa tahun 2015 s/d 2016? Yang dijawab tidak tahu.

Hasil pertemuan antara Basri Sudibyo bersama Pdt MH.Hosea tahun 2015 dan 2016 pada saat berobat di rumah Engedi Kelapa Gading Jakarta Utara, di mana Basri Sudibyo minta kepada Pdt. MH.Hosea untuk memberkati perkawinanya dengan Juniar pada 11-Pebruari -2017.

(Dan lihat hasil keterangan saksi Pdt. MH.Hosea pada putusan perdata pengadilan Negeri Jakarta Utara No 198/pdt.G/2019/PN.JKT.UTR. tanggal 20 November 2019.)

( Menurut Pengakuan Pdt MH.Hosea pertemuan dengan Basri Sudibyo tahun 2015 s/d 2016 dimana Basri Sudibyo meminta Pdt. MH.HOSEA untuk memberkati perkawinan dengan Juniar dan sehingga terjadi pemberkatan nikah pada tanggal 11 Februari 2017 yang di berkati oleh Pdt. MH. Hosea di jalan Kalingga Raya, No 12. Perumnas Tangerang. Dengan lde Imelda Rini Wahyu sebagai adik kandung BASRI SUDIBYO dan surat pemberkatan nikah langsung pada saat itu juga di serahkan kepada Basri Sudibyo terlampir surat pernyataan Pdt. MH.Hosea tgl tanggal November 2019).

Apa dasar saudara saksi mengatakan bahwa perkawinan itu palsu…? Saksi mengatakan karena saksi tidak pernah menyetujuinya. (perkawinan sudah terjadi antara Basri Sudibyo dengan Juniar pada tgl 11 februari 2017 terlampir surat pernyataan Pdt. MH.HOSEA.pada tgl 15 November 2019)

Apakah saudara saksi melihat dan mengetahui secara jelas ada surat kuasa dari Juniar pada Agus Butarbutar untuk sidang perdata Pengadilan Negeri Jakarta Utara..? Yang dijawab: tidak melihat. (Agus Butarbutar tidak pernah mendapat kuasa dari Juniar untuk Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam gugatan perdata).

Atas dasar apa saudara saksi menuduh Agus Butarbutar mengarahkan pembuatan penetapan pengadilan Jakarta utara…? Saksi juga tidak tahu. (Pembuatan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Utara harus di ajukan pemohon langsung dan Agus Butarbutar pernah sebagai saksi dalam penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tersebut dan Agus Butarbutar tidak bisa mempengaruhi hakim dalam sidang penetapan pengadilan untuk menghadirkan saksi saksi dan bukti bukti )

Apa dasar saksi mengatakan AGUS BUTAR BUTAR mempengaruhi hakim untuk menghadirkan saksi dan bukti? Saksi juga tidak bisa menjawab. (padahal Agus Butarbutar bukan sebagai pemohon dan bukan juga sebagai saksi dalam sidang penetapan tersebut.)

Apakah saksi melihat jelas Agus Butarbutar datang bersamaan dengan Anita Susilowati ke Benhil Snepy..? Dan apakah saksi juga melihat jelas Agus Butarbutar melihat ada dalam mobil..? Dan apa saudara saksi mendengarkan langsung dari Agus Butarbutar untuk penunjukan lokasi Benhil Snepy .? Jawaban saksi tidak tahu.

(Agus Butarbutar datang beberapa jam setelah Anita Susilawati sampai di Benhil Snepy, dan AGUS BUTAR BUTAR tidak pernah menunggu di dalam mobil dan juga tidak perna mengarahkan lokasi Benhil Snepy, dan pembuatan poto itu adalah untuk kenang kenangan perkawinan JUNIAR dan BASRI SUDIBYO)

Apakah saksi pernah melihat langsung Agus Butarbutar datang kerumah Pdt. MH.Hosea meminta di buatkan surat perkawinan Basri Sudibyo dengan Juniar
.? Atas dasar apa saudara saksi mengatakan Agus Butarbutar mengajukan pencatatan perkawinan pada DUKCAPIL Jakarta Utara?

(Padahal ada tertulis secara jelas dan terang pada amar penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengatakan/memerintahkan, untuk di lakukan pencatatan DUKCAPIL Jakarta Utara).

Apa dasar saudara mengatakan AGUS BUTAR BUTAR mengarahkan JUNIAR untuk membuat akte waris.? (Notaris membaca penetapan pengadilan Jakarta Utara, langsung menyarankan dan meminta untuk di buatkan, surat keterangan waris dari RT, RW, LURAH dan lain-lain untuk melengkapi akte waris notaris . Dan Notaris mendaptarkan ke Dirjen AHU Kemen KUM HAM RI untuk di Croscek dan Dirjen AHU memberikan jawaban langsung kepada Notaris VITA dengan No surat:AHU.2-AH.04.01-5772 TGL 01 JULI 2019 Yang mengatakan ada wasiat tertutup dari Basri Sudibyo dan selanjutnya akte waris yang di buat Notaris tidak di pergunakan lagi karna ada surat keterangan Dirjen AHU Tersebut).

Bedasarkan surat keterangan Dirjen AHU NO:AHU.2-AH.04.01-5772 TGL,01 JULI 2019. Yang mengatakan ada wasiat tertutup Basri Ssidibyo dan dengan itu surat akte waris notaris VITA tidak di gunakan lagi. Dan mengapa saudara saksi mengatakan AGUS BUTAR BUTAR menguasai harta peninggalan tersebut…?

(Agus Butarbutar bukanla bagian dari ahli waris Basri Sudibyo dan akte waris notaris dibuat oleh notaris hanya untuk meng Croscek pada Dirjen AHU KEMKUMHAM Setelah notaris membaca penetapan PN.JKT.UTR.).

Apa dasar saudara saksi mengatakan AGUS BUTAR BUTAR menguasai fisik tanah teesebut , padahal di atas tanah tersebut terpasang plang POLISI…?.

Apa dasar saudara saksi mengatakan Agus Butarbutar menyuruh menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik….??

(Agus Butarbutar tidak pernah menyuruh menetapkan keterangan palsu dalam akta otentik baik itu penetapan pengadilan, PN.JKT.UTR, dan Catatan sipil dan surat keterangan waris akta waris notaris).

Apa dasar saudara saksi mengatakan perkawinan Agus Butarbutar gan Juniar berhubungan dengan penguasaan fisik tanah dan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik…??

(Perkawinan Agus Butarbutar dengan Juniar tidak ada hubungan sama sekali dan tidak pernah menguasaan fisik tanah dan juga tidak pernah menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik, Dan pernikahan Agus Butarbutar dengan Juniar bedasarkan kecocokan dan adanya saling cinta mencintai)

Penetapan PN Jakarta Utara yang mengajukan harus pemohon langsung yaitu Jukiar yang di lindungi oleh undang-undang perkawinan RI N0 1 thn 1974. Agus Butarbutar tidak perna menjadi saksi dalam penetapan PN.JKT.UTR dan penetapan PN.JKT.UTR tersebut sampai sekarang masih berlaku dan tidak pernah di batalkan dan sah secara hukum.

Menurut Agus Butarbutar bahwa mengajukan pencatatan pada DUKCAPIL Jakarta Utara di karnakan ada tertulis secara terang dan jelas pada AMAR putusannya menyebutkan MEMERINTAHKAN untuk di lakukan catatan pada DUKCAPIL Jakarta Utara sesuai dengan amanat UU PERKAWINAN RI NO 1 THN 1974 PASAL 37 AYAT (1) Notaris Vita setelah membaca penetapan PN.JKT.UTR langsung meminta di buatkan pengantar RT, RW, LURAH, untuk kelengkapan akta waris notaris, setelah itu notaris menyerahkan kepada DIRJEN AHU KEMHUMHAN untuk di lakukan CROSCEK dan dirjen AHU langsung memberikan jawaban kepada notaris VITA NO surat: AHU.2-AH.04.01-5772 TAGAL 01 JULI 2019 yang mengatakan ada wasiat tertutup dari BASRI SUDIBYO dan selanjutnya akta waris yang di buat notaris VITA tidak di pergunakan lagi karna adanya surat dari Dirjen AHU tersebut)

Pada persidangan sebelumnya, Senin (2/3) Jaksa telah menghadirkan saksi Martin Adam sebagai pelapor. Martin Adam adalah anak laki-laki Basri Sudibyo.

Saksi pelapor Martin Adam juga tidak dapat menunjukkan bukti terkait dakwaan JPU terhadap terdakwa Agus Butarbutar. Sebab pada persidangan Senin itu, Martin Adam juga tidak bisa menjawab pertanyaan hakim dan jaksa apalagi kuasa hukum terdakwa.

Dari sejumlah pertanyaan yang dilontarkan terhadap saksi Martin Adam, dia bilang tidak tahu. “Jadi apa dasarnya anda menyatakan bahwa saudara terdakwa ini memalsukan akta autentik?” Ujar hakim mempertanyakan kualitas saksi sebagai saksi pelapor terhadap terdakwa.

Dan akhir sidang kesempatan terdakwa mengajukan pertanyaan dan menyatakan bahwa terdakwa tidak pernah membuat keterangan palsu. Terdakwa dengan suara yang agak keras bertanya: “Saudara sudah berbohong dalam hal ini dan apa kerugian sauadara saya buat dimana saya tidak pernah makan uang nenek moyang mu? dan saya tidak pernah makan satu butir beras pun dari nenek moyang anda,” dengan pernyataan terdakwa itu, hakim bilang bagus. “Silahkan dicatat,” ujar Hakim kepada PP.

“Saya membantah secara tegas bahwa saya tidak ada memberikan keterangan palsu dan arahan dan tidak pernah memakan uang keluarga Basri dan apapun juga dari kel Martin Adam,” tegas Agus.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply