TRJ Ditreskrimum Polda Jatim Kembali Meringkus 4 Tersangka Akun Gojek Fiktif

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Tim Resmob Jogoboyo (TRJ) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim kembali berhasil meringkus 4 orang tersangka, menemukan alat regestrasi ilegal, dan ribuan kartu perdana Axis, serta membongkar jaringan akun gojek fiktif (the mother of cyber crime).

Berawal penangkapan terhadap tersangka MZ Bin MF (35) warga Perum Sawojajar I, dan Jl. Aris Munandar VII Kel. Sukoharjo, Klojen, Malang, berperan membuat serta yang melakukan order Fiktif. Dan NS bin MH (27) warga Tumapel, Singgosari, Malang, berperan sebagai penyuplai kartu perdana Axis yang sudah teregistrasi.

Kemudian Tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan 4 orang tersangka. Yakni, NF Bin DR (27) warga JI. Letnan Sudibyo, Nganjuk. Berperan sebagai yang menyuplai kartu kartu perdana Axis, XL dan Telkomsel yang sudah teregistrasi dengan mengunakan No KK dan NIK milik orang lain.

Serta, tersangka IRS (37) warga Perum Griya Nagari, Watugede, Singosar, Malang, menyediakan akun driver. Dan FSP Bin YSP (19) warga Danau Limboto Timur Dalam Kota Malang, berperan sebagai penjual akun resto.

“Tersangka MZ Bin MF melakukan manipulasi data Gojek dengan menggunakan akun driver, akun customer dan akun resto (Gofood dan Gobiz) yang semuanya akun fiktif tersebut dibeli dari tersangka RS dan tersangka FSP Bin YSP untuk melakukan order makanan seolah-olah pesan tersebut benar adanya dengan tujuan mengambil keuntungan dari bonus point dalam sistem aplikasi Gojek (online),” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (5/3).

Dalam menjalankan aksinya tersebut, tersangka MZ Bin MF mengunakan ratusan kartu Axis yang telah teregistrasi, dimana kartu-kartu tersebut diperoleh dari tersangka NS Bin MH, dan kartu-kartu tersebut dari tersangka NF Bin DR (Nganjuk) dan tersangka MN Bin MS (Semarang) yang kartu-kanu tersebut diregistrasi sendiri dengan mengunakan KK dan NIK orang lain.

“Ini betul-betul sangat menghawatirkan di mana kartu yang ada di depan saya ini menggunakan alat yang dapat diperagakan bahwa kejahatan kartu-kartu ini disinilah awal daripada semua. Kami dari Polda Jawa Timur di awal tahun ini terus mengungkap kejahatan karena ternyata kami bisa mengungkap penggandaan nomor, bahkan ada dijual di online bahwa kartu ini sudah teregistrasi,” jelas Irjen Pol Luki Hermawan.

Dikatakan Kapolda, bahwa kartu yang sudah teregistrasi Ini kan nggak boleh, data ini harus diisi sama orangnya sendiri orang yang berhak sehingga dari sinilah kami mengungkap ada 7 pelaku sindikat, sementara ada 6 pelaku yang sudah diamankan dari sini kita akan kembangkan.

“Dari mana data ini diambil, karena ini data bisa juga data-data kita sudah dijual belikan di sini. Nah kita kerjasama, kita minta perhatian khusus dari Komisi 3 untuk ini betul-betul, nantinya ini akan membahayakan kalau ini terus tidak ditindaklanjuti,” papar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Komisi 3 DPR RI mengucapkan apresiasi yang luar biasa terhadap kerja keras kerja cerdas kerja hebat untuk kesekian kalinya yang dihadirkan oleh jajaran Polda Jatim di bawah kepemimpinannya Pak Kapolda Luki Hermawan. Terima kasih khususnya kepada Dirkrimum yang luar biasa melakukan upaya inovatif ini yang saya katakan inilah yang namanya Promotornya Polri.

“Terimakasih kepada tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim yang bisa membongkar jaringan akun Gojek Fiktif. Itu sederhananya, tapi Komisi 3 melihat dan meneropong lebih jauh lagi Bagaimana yang namanya kejahatan cyber induk dari pada kejahatan cyber ini bisa diungkap dalam perspektif yang sangat sederhana yang sangat bisa dipahami oleh masyarakat,” kata Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Lanjut dikatakan Arteria, kebetulan di DPR ini kami begitu giatnya untuk mengawal undang-undang perlindungan data pribadi, jadi yang dihadirkan disini sekarang saya juga bicara sama Pak Kapolri, tolong lihat Jawa Timur untuk kesekian kalinya melakukan inovasi-inovasi penegakan hukum yang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Seakan-akan ini adalah respon konkrit dari visi promotornya Polri, bagaimana Polda Jatim bisa mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bisa mengimbangi kejahatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, bisa mengimbangi mengantisipasi melakukan pemetaan terkait dengan kejahatan kejahatan cyber,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Arteria juga mengatakan, untuk masalah kejahatan berbasis IT sepanjang pengetahuan terbaik saya Jawa Timur ini layak untuk dijadikan pilot project, mulai dari prostitusi online mulai dari apapun terkait juga dengan investasi bodong yang berbasis online ini semua ya dihadirkannya diawali dari giat-giat penegakan hukum.

“Pak Kapolda saya katakan ini adalah giat penegakan hukum yang luar biasa hebat, penyidik penyelidik Bapak ini tidak hanya teknologi tapi bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat kalau istilahnya gojek fiktif Go-jek hantu atau bodong ini biasa hanya untuk mendapatkan poin mendapatkan benefit reward,” terang Arteria Dahlan.

HOLD

Share.

About Author

Leave A Reply