Pemkot Depok Belum Status KLB Virus Corona

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Hingga saat ini, Pemerintah Kota Depok (Pemkot) Depok belum juga mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB). Kendati sudah dinyatakan positif terkena virus corona, dua orang warga Kota Depok, Jawa Barat. Bahkan saat ini sedang dirawat dan diisolasi di RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

” Jadi banar, saya dapat informasi sudah dikeluarkan SK Kemenkes dan kami juga akan segera menggeluarkan SK KLB virus corona. Jika sesuatu penyakit yang sebelumnya tidak ada kemudian ada walaupun cuman satu pasien itu bisa dikeluarkan status KLB,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono, Rabu (4/3), di Balai Kota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa dengan status KLB wabah virus corona dasarnya telah jatuh dua warga Kota Depok yang sudah dinyatakan positif terkena virus corona. Jadi, ada faktornya, dua warga positif terkena virus corona. Itu ya berarti sudah kejadian, karena berarti benar-benar ada kecuali kalau belum positif.

” Artinya, dengan adanya status KLB virus corona diharapkan dapat mengantisipasi dan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona. Selain itu juga dibutuhkan pembiayaan. Jadi, KLB penanganannya lebih cepat, terarah dan tepat sasaran. Sosialisasi dan pencegahan penyebaran virus corona dapat segera tersampaikan ke masyarakat dan mengajak masyarakat selalu waspada,” jelas Hardiono.

Hardiono menambahkan, bahwa dengan KLB dapat menggunakan dana untuk pembiayaan dari anggaran APBD Kota Depok. Apalagi, BPJS Kesehatan tidak bisa mengcover pasien virus corona. ” Artinya, dengan KLB bisa menggunakan dana emergency dari APBD untuk mengatasi pembiayaan ketiga kegiatan yakni mewaspadai, mencegah dan mengatasinya serta penggunaan anggaran pembiayaan,” pungkas orang nomor tiga di Kota Depok itu.

Semwntara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris masih menunggu SK dari Kemenkes untuk penetapan status KLB. ” Jadi, kami tidak ingin berandai-andai dan membuat masyarakat panik dengan mengeluarkan keputusan isolasi atau hal yang lainnya. Kami berjanji akan merespons dengan cepat menangani permasalahan penyebaran virus ini,” ujar Idris.

Idris menambahkan, bahwa sejak maraknya isu virus corona, pihaknya sudah melakukan berbagai tindakan antisipatif, salah satunya mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 445/0404/SURVIM sebagai kewaspadaan terhadap Virus Corona.

” Sebagai tambahan, itu sebelum kejadian, sekarang ketika sudah terjadi kami akan revisi, dan dengan pendalaman, serta pengetatan dalam sosialisasi virus corona. Termasuk melakukan pendataan bersama perangkat kecamatan dan Puskesmas,” ujar orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Sidik Mulyono menerangkan, bahwa apabila ada warga yang ingin memberikan laporan adanya warga yang terindikasi virus, bisa disampaikan melalui Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112. Selain itu, bagi yang merasa kondisi tubuhnya sedang tidak fit, diharapkan segera memeriksakan dirinya ke Puskesmas.

” Selanjutnya, dari situ bisa langsung terdeteksi statusnya seperti apa, dan langsung ditangani secara cepat di rumah sakit, khususnya di RSUD,” imbuhnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply