Tergugat Dinilai Menunda Sidang, Kuasa Hukum Chinchin Minta Ketegasan Hakim Soal Pemeriksaan Gugatan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Ronald Tallaway SH, C.T.L, kuasa hukum Trisulowati Jusuf alias Chinchin memohon ketegasan majelis hakim pemeriksa gugatan harta gono-gini yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Permohonan Ronald ini beralasan, pasalnya pada agenda sidang ketiga kali ini, majelis hakim kembali memberi jeda waktu bagi para tergugat untuk menyerahkan jawaban atas materi gugatan yang dilayangkan Chinchin.

Bahkan beberapa tergugat, yaitu Tergugat 2, 3 dan 4 hanya mengirim surat meminta penundaan sidang.

“Ya sudah kita beri waktu sepekan lagi bagi tergugat untuk menyerahkan jawaban sesuai runtutan agenda sidang. Apabila pekan depan tidak juga menyerahkan jawaban, kita anggap para Tergugat tidak menggunakan haknya. Kita anggap mereka tidak mengajukan jawaban dan sidang dilanjut agenda berikutnya,” ujar Ketua Majelis Hakim, Dwi Winarko, Selasa (3/3).

Menurut Ronald, kuasa hukum Tergugat 2, 3 dan 4 pun belum menunjukan legal standing untuk melakukan advokasi terhadap gugatan ini. “Kita memiliki bukti berupa beberapa putusan pengadilan yang mempertanyakan keabsahan perusahaan-perusahaan tersebut,” beber Ronald.

Ia pun mengatakan kepada majelis hakim, bahwa dugaan cara mengolor-olor jadwal sidang ini kerap dilakukan para pihak lawannya. “Kita sering berperkara dengan pihak lawan, dan selalu begitu, diduga mengolor-olor sidang, kita memohon majelis hakim untuk memberikan ketegasan terhadap mereka,” harap Ronald.

Kendati secara hukum sudah dinyatakan resmi bercerai dengan Bos The Empire Palace, Gunawan Angka Widjaja alias Ang (Jauw) Hauw Ming, perjuangan Trisulowati Jusuf alias Chinchin masih belum berakhir.

Ia masih harus menjalani proses sidang berkepanjangan, guna mendapatkan hak atas dirinya, berupa pembagian harta gono-gini sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan gugatan bernomor 1210/Pdt.G/2019/PN.Sby, Chinchin menggugat mantan suaminya tersebut PN Surabaya.

“Sebenarnya dari awal kami selaku pihak Penggugat sudah meragukan akan adanya itikad baik dari Tergugat I (Gunawan) untuk menyelesaikan pembagian harta gono gini,” terang Ronald di PN Surabaya, Selasa (18/2/2020) lalu.

“Pihak Gunawan kita duga tengah berputar putar serta berusaha menghindari Penggugat memperoleh haknya, namun kita tetap menghargai Perma No 1 tahun 2016 tentang proses mediasi di pengadilan. Tapi nyatanya mediasi melalui pengadilan pun menemui jalan buntu,” terang Ronald.

Ditanya lebih lanjut soal materi gugatan, Ronald mengatakan inti dari gugatan Chinchin berisi keseluruhan harta yang diperoleh selama masa perkawinan Penggugat minta untuk dilakukan pembagian sesuai haknya.

“Setengah bagian sama rata sesuai pasal 37 UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan, dengan alasan sampai saat ini Tergugat I (Gunawan) tidak beritikad baik membagi harta gono gini malahan melakukan beberapa perbuatan yang diindikasikan berusaha untuk mengurangi hak Penggugat,” urai Ronald.

Dugaan itu antara lain, sikap Gunawan dengan sengaja tidak melakukan pembayaran hutang ke bank serta tidak melakukan kewajiban pembangunan ruko-ruko yang merupakan kewajiban kepada pihak ketiga.

Selain Gunawan Angka Widjaja, Chinchin juga menggugat tujuh pihak lainnya, mereka adalah PT Blauran Cahayamulia, PT Dipta Wimala Bahagia, PT Karunia Sukses Makmur Bahagia, PT Mulia Makmur Sukses Bahagia, PT Panen Makmur Sukses Bahagia, Agus Suhendro dan PT Bank Tabungan Negara (persero) tbk cabang Sidoarjo.

Dalam gugatannya, Chinchin meminta majelis hakim menyatakan sah dan berharga Sita Harta Bersama (marital beslag) yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam perkara cerai ini. Selain itu, Chinchin memohon harta gono-gini yang diperoleh para pihak selama masih berumah tangga, untuk dibagi dua.

Juga disebutkan obyek-obyek yang disengketakan dalam gugatan tersebut. ada belasan obyek, yang rata-rata berupa tanah dan bangunan.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply