Anak Bangsa Bergerak Kawal Uji Materi SKB Dua Menteri di MA

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Negara harus hadir untuk memberikan kemerdekaan bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali, jangan memberikan ruang bagi pemecahbelah anak bangsa. Gerakan anti intoleran anak bangsa mulai bergerak.

Aksi damai pengajuan uji materi SKB dua menteri tentang Ketentuan Pendirian Rumah Ibadah di Mahkamah Agung (MA) RI, Jl. Merdeka Utara, Selasa (3/3), memang damai.

Mulai pukul 13.00 Wib mobil komando “BARABAJA” (Barisan Relawan Bhinneka Jaya) ada di depan kantor MA yang berseberangan dengan Taman MONAS, dan diapit Kantor Kementerian Dalam Negeri disebelah Timur dan Kantor Sekretaris Negara atau Istana Merdeka disisi Barat mulai mempersiapkan panggung.

Dari panggung mobil komando “BARABAJA” Efendi Ahmad dari Barabaja berorasi dengan semangat 45 mengatakan, bahwa kehadiran anak bangsa yang terdiri dari Sabang sampai Merauke itu adalah untuk mendukung Lawyers Presidium Rakyat Menggugat (PRM) untuk melakukan uji materi SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadah.

Taufiq yang bergonta-ganti berorasi dengan Efendi Ahmad bertekad bahwa Pasal 13 dan pasal 14 SKB dua menteri itu harus di revisi. Karena kedua pasal itu tidak relevan lagi di era kemerdekaan ini.
“Tidak ada minoritas dan mayoritas dalam merebut kemerdekaan dari penjajah. Semua anak bangsa tumpah darah dari Sabang sampai Merauke. Jadi tidak ada mayoritas tidak ada minoritas, semua anak bangsa sama hak dan kewajiban dalam memelihara kemerdekaan ini,” ujar Taufiq.

Menurut Taufik Advokat PRM tidak dibayar untuk mengajukan uji materi. “Mereka tidak dibayar! Mereka tidak mau dibayar! Mereka murni berjuang untuk kesamaan hak untuk menjalankan ibadah, kebebasan mendirikan rumah ibadah bagi setiap warga negara Indonesia. Kita satu dalam bingkai NKRI,” tegas Taufik.

Sebelum tim Lawyers PRM masuk membawa dokumen uji materi ke Mahkamah Agung RI, 8 orang dari tim itu terlebih dahulu naik panggung untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan penjelasan terkait uji materi SKB dua menteri itu. “Saudara sekalian, kami ada karena anda! Pengajuan uji materi SKB dua menteri tentang pendirian rumah ibadah ini kita ajukan ke Mahkamah Agung sesuai dengan pengaturan undang-undang yang mana turunan undang undang harus diuji di Mahkamah Agung. Tolong dukungan kawan-kawan,” ujar Artur yang didaulat sebagai juru bicara PMR.

Arthur berharap MA adalah Benteng keadilan terakhir untung seluruh rakyat Indonesia.

Semua perwakilan young bangsa naik panggung mengumandangkan semangat persatuan. Anti intoleransi dan radikalisme. Lagu-lagu yang di kumandangkan juga adalah lagu lagu perjuangan seperti “Satu Nusa satu Pangsa, Garuda Pancasila dll” membuat semangat perjuangan bangkit.

Semakin sore terlihat kehadiran aksi semakin memadati jalan merdeka Utara. Pantauan radaronline.id hingga PKL 14. 30 sudah mencapai 1000 an orang yang didominasi warna merah, putih dan hitam.

Pemuda Batak Bersatu juga didaulat naik panggung. Demikian juga pemimpin demo aksi #savebabi di Medan, Sumut Boasa Simanjuntak berbicara. “Pemerintah harus menghidupkan 5 menteri lagi agar tercipta kesetaraan, yakni: menteri Kristus, menteri Hindu, menteri Buddha, Menteri Konghucu, menteri Katolik. Kita tidak boleh ada minoritas mayoritas. Indonesia adalah satu perjuangan. Tidak ada suku-sukuan, kita satu menumpas intoleransi,” teriak Boasa Simanjuntak.

Boasa Simanjuntak yang telah menurunkan massa 100 ribu #Savebabi di Gedung DPRD Sumut di Jl. Imam Bonjol, Medan, Senin (10/2) lalu.

“5 menteri supaya tidak ada lagi kecemburuan. Intoleran musuh Negara. Di NKRI tidak ada minoritas, inilah saat kita bersuara untuk memberantas intoleransi. Jika hari ini kita gagal, saya siapkan massa turun mengawal. Tidak ada politik, kita bergerak sesuai hati nurani,” tegas Boasa dengan berapi-api.

Demikian juga “Pemuda Batak Bersaru’ siap turun mengawal lowyers PRM mengajukan uji reviu SKB dua menteri itu.

Pemuda-pemuda Minahasa dengan pakaian kebesarannya, Dayak, NTT, Ambon, Papua Batak dengan ulosnya. Semua berbaur dari segala suku dan agama Indonesia.

TOM

Share.

About Author

Leave A Reply