Diduga Penyebab Banjir Jakarta, Dasar Waduk Pluit Timbul Kepermukaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Diduga penyebab banjir Jakarta karena tidak berfungsi secara maksimal waduk. Waduk Pluit yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara kini dangkal. Dasarnya sudah nimbul ke permukaan.

Waduk yang telah menjadi kebanggaan Pemprov DKI Jakarta sebagi salah satu waduk pengendalian banjir di Ibukota Negara Republik Indonesia ini tidak berfungsi secara baik karena tidak dipelihara lagi, sehingga menjadi dangkal.

Sejumlah warga menyayangkan cara kerja Pemprov DKI Jakarta pimpinan Anis Baswedan, yang tidak melanjutkan kinerja gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Sesuai dengan hasil informasi yang dikumpulkan radaronline.id dilapangan, mengatakan bahwa sejak bulan Desember 2019 tidak lagi ada pengerukan lumpur dari kolam waduk.

“Ya Pak. Itu adalah lumpur dasar waduk,” ujar pedagang yang berdagang di sekeliling Waduk Pluit, Jumat (28/2).

Terlihat jelas ada puluhan alat berat Dinas SDA DKI Jakarta yang nongkrong ditepian waduk.

Saat mengkonfirmasi apakah yang terlihat diwaduk itu sampah atau lumpur. Karena awalnya dikira kalau yang ada dikolam waduk itu adalah sampah.

“Sudah agak lama juga pak tidak di keruk. Biasanya hampir tiap hari ada pengerukan, tapi belakangan ini tidak. Kita ga tau kenapa begitu. Jadi yang kelihatan itu adalah dasar waduk,” ujarnya.

Padahal terlihat jelas ada 25 unit alat berat milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta yang stanbay di pinggir waduk. Namu tidak lagi dioperasikan karena tidak ada anggaran.

Jika 25 unit alat berat milik Dinas SDA DKI Jakarta tidak beroperasi karena tidak ada anggaran, maka lain dengan 4 unit alat berat Dinas lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, yang ada di kolam waduk Pluit.

Ke 4 unit alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup itu setiap hari operasi. Namun karena satu unit dalam keadaan rusak sehingga yang operasi hanya 3 unit. Alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup berfungsi untuk membersihkan sampah yang ada dalam waduk. Sementara alat berat Dinas SDA berfungsi melindungi waduk dari kedalaman, atau pengerukan lumpur supaya waduk tidak dangkal.

“Kita setiap hari bekerja. Dari pagi sampai sore. Nanti sampah akan diangkut bagian pengangkutan sampah,” ujar operator alat berat Dinas lingkungan hidup itu.

Ketika ditanya mengapa alat berat Dinas SDA tidak beroperasi, sementara alat berat Dinas Lingkungan Hidup beroperasi, dia tidak menjawab. “Maaf Pak, saya tidak mengerti. Coba tanyakan sama operatornya, mereka ada disitu,” ujarnya menyarankan sambil menunjukan lokasi berkumpul operator alat berat Dinas SDA.

“Kita stanbay saja Pak. Kalau ada perintah kerja, kita kerjakan,” ujar operator alat berat Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta ketika dikonfirmasi.

Para operator alat berat Dinas SDA itu mengaku selalu hadir siap melaksanan pekerjaan jika ada perintah kerja. Namun dengan alasan tidak ada biaya operasional sehingga alat berat tidak dioperasikan.

Terkait tidak beroperasi nya alat berat Dinas SDA Pemprov DKI Jakarta itu belum terkonfirmasi ke Kepala Dinas SDA DKI Jakarta.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply