MWC Nahdatul Ulama Sukabumi Gelar Halaqoh Kebangsaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SUKABUMI – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama, Cicurug, Sukabumi menggelar Halaqoh Kebangsaan yang bertajuk “Meneladani Sifat Rahmatan Lil’alamin, Menangkal Segala Bentuk Paham Ekstrimisme, Radikalisme & Intoleransi Yang Mengancam Kerukunan Umat” di Aula Global Insani Mandiri (GIM), Karangsirna, Nanggerang, Cicurug, Sukabumi, Minggu (23/2).

Hadir pada acara KH R. Rahmat Fauzi Wakil sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi, yang juga Pengasuh Ponpes Alhasaniyah, Agung Priyaguna Irfan, Budayawan Sukabumi, Edyatna Susila, Kabid. Bina Ideologi, Wasbang & Ormas, Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Kapolsek Cicurug, Simin A. Wibowo, Moch Anwar Saddat, Ketua Tanfidziyah MWC NU Cicurug, KH. Ade M Hudaya, Rois Syuriah MWC NU Cicurug, KH. Dudi Apandi, Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Falah Al-Apandiyah, KH. Faishal Ponpes Al-Amin, Iyus Win Praktisi Pendidikan, Bayu Endang Chairul Rijal Sekretaris MWC Cicurug, dan KH. Kholil dan Pengasuh Ponpes Nahdiyatul Ahamiyah.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Cicurug, Moch. Anwar Saddat dalam sambutannya, mengatakan bahwa konsep ke Islaman Indonesia adalah kesepakatan para alim ulama.

” Semoga acara Halaqoh Kebangsaan yang digelar hari ini dapat menjadi modal kita untuk menjaga NKRI. Pancasila adalah ideologi besar,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Cicurug Simin A. Wibowo menyampaikan, bahwa Polisi Republik Indonesia (Polri) adalah sebagai pengayom masyarakat. Disegala kesempatan, Polri selalu memperbanyak silaturahim, berupaya harus selalu dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.

“Jangan sampai anggota Polri ada yang menyakiti masyarakat, tidak beretika atau berperilaku yang tidak baik,” jelasnya.

Kabid Bina Ideologi, Wasbang & Ormas Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Edyatna Susila SH MM., dalam paparannya menyampaikan Kesbangpol adalah organisasi perangkat daerah. Tugas pokok kesbangpol adalah diantaranya menciptakan kondusifitas wilayah, dan melakukan kerjasama dengan instansi lainnya dalam menjalankan tupoksinya. Kemudian bahwa radikalisme merupakah tindakan yang menghendaki perubahan secara cepat.

“Untuk mengantisipasi radikalisme, ekstrimisme, diantaranya adalah dengan bagaimana kita menggunakan forum-forum yang ada untuk menciptakan kondisi dan meminimalisir gesekan-gesekan yang ada di masyarakat,” ungkap Edyatna Susila SH MM.

Ia juga menambahkan, diantara penyebab radikalisme adalah Sifat ego sectoral & intelektual, yaitu sikap yang lebih mengedepankan perbedaan daripada persamaan adalah diantara akar penyebab ekstrimisme radikalisme & intoleransi.

“Masyarakat kita yang beragam, tentu ada perbedaan dalam pendidikan, budaya, agama, yang jika tidak dikelola dengan baik, maka akan timbul gesekan,” tambah Edyatna.

Narasumber lain KHR Rahmat Fauzi dari Pesantren Alhasaniyah, dalam paparannya mengatakan bahwa Agama dalam bahasa sederhana, dapat berarti penghargaan dan penghormatan.

Tujuan atau misi Islam secara garis besar ada dua, yaitu misi tentang ketauhidan (Monotheisme), yang kedua adalah misi alam semesta berikut isinya atau rahmatan lil alamin.

Menurutnya, radikalisme bisa memapar siapa saja, baik kalangan agamawan, aparatur negara (ASN), kaum milenial, masyarakat biasa dan lain-lain.

“Perihal teladan meneladani yaitu kita harus mempelajari kisah kehidupan Nabi. Secara garis besar perjalanan hidup Nabi, terbagi dalam tiga periode, yaitu periode
yang pertama adalah periode Mekah (paradigma Ukhuwah Islamiyah), kedua adalah periode Madinah (paradigma Ukhuwah Wathaniyah), dan periode Haji Wada’ (paradigma Ukhuwah Basyariah/ nilai nilai kemanusiaan). Periode ketiga ini adalah masa dimana berkembangnya nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Kemudian yang dimaksud mu’minin adalah orang orang yang diberi petunjuk dari Allah. Rosulullah mempunyai tugas menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Jika melihat konteks ayat “wama arsalnaaka illa rahmatan lil alamin” ada pendapat yang mengartikan bahwa cakupan rahmat bagi alam seisinya memberikan ruang gerak bagi tumbuhnya masyarakat plural (majemuk) yang senantiasa cinta damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply