Terdakwa Pipingan Tjok Divonis Onslag JPU Akan Upaya Hukum Kasasi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Taufan Mandala SH MH menjatuhkan putusan Onslag recht vervolging (Putusan Lepas) kepada 4 terdakwa perkara perjudian online atas nama terdakwa Pipingan Tjok, Aditiya Wijaya, Anjan Fendi Badri Awan, dan Bim Praastyo, Jumat (21/2).

Putusan onslagh itu katanya karena dalam perbuatan para Terdakwa yang terbukti di persidangan tidak memenuhi unsur-unsur perbuatan pidana. Karena tidak memenuhi rumusan delik dan tidak ada sifat melawan hukumnya, maka vonisnya onslag.

“Putusan Onslagh itu dijatuhkan hakim karena pasal yang dibuktikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yanuar Rheza Moh. SH dan Emanuel Yogi Budi Aryanto, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta adalah pasal kedua yakni Pasal 4, UU-RI No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo. Pasal 56 ayat 1 KUHP, Setiap Orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hak-hak atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana karena tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” ujar Humas PN Jakarta Utara Djuyamto SH MH., Jumat (21/2).

Dakwaan JPU kepada ke 4 terdakwa adalah pasal berlapis yakni Pasal 303 KUHP, Pasal 4 UURI No.8 Tahun 2010 tentang TPPU atau Pasal 5 UURI No.8 Tahun tentang TPPU, Jo. Pasal 56 ayat 1 KUHP, dan dituntut 4 tahun Pidana Penjara.

“Dakwaan yang dibuktikan JPU dalam surat tuntutannya adalah dakwaan ke 2. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, tetapi perbuatan itu bukan tindak pidana, sehingga diputus lepas (Onslag),” ujar Djuyamto SH.

Pernyataan Humas PN Jakarta Utara itu justru kontraproduktif dengan hasil persidangan yang sebelumnya telah inckrach atas nama Ujang Setiawan (berkas terpisah) splitsing dengan perkara terdakwa Pipingan Tjok cs. Majelis hakim sebelumnya telah menjatuhkan putusan 1 tahun dan 6 bulan pidana penjara denda 100 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan terhadap Ujang Setiawan.

Terdakwa Ujang Setiawan sebelumnya dituntut 3 tahun pidana penjara dan denda 100 juta rupiah oleh JPU karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 4 UURI No.8 Tahun 2010 tentang TPPU, sebagaimana tuntutan yang dijatuhkan terhadap terdakwa Pipingan Tjok, Aditiya Wijaya, Anjan Fendi Badri Awan, dan Bim Praastyo.

Perbedaan pertimbangan hakim dalam putusannya terhadap terdakwa Ujang Setiawan dengan terdakwa Pipingan Tjok, Aditiya Wijaya, Anjan Fendi Badriawan, dan Bim Praastyo, yang sebelumnya dijatuhi tuntutan 4 tahun pidana penjara oleh JPU, namun vonis Onslag menjadi perdebatan.

Terkait pernyataan hakim itu, JPU Yanuar dan Emanuel belum dapat dikonfirmasi. Sementara Kasi Pidum Kejari Jakarta Utara Satria Irawan SH MH tidak bisa di hubungi radaronline.id. WhatsAppnya (WA) sepertinya akhir-akhir ini tidak aktif.

“Berkaitan dengan putusan Onslag ini, akan kami laporkan kepada pimpinan, seperti apa tindakan yang dilakukan. Namun saran dari kami tim JPU adalah upaya hukum Kasasi,” ujar Kasubsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara Fedrick Adhar, SH MH ketika diminta tanggapannya terkait putusan Onslag itu, Jumat (21/2) malam.

Kemudian Fedrick menjelaskan mengenai materi perkara aquo, bahwa JPU sudah menjelaskan kepada hakim dalam proses persidangan sampai pada duplik.

“Kami (tim JPU) sudah menyampaikan bahwa ada perkara splitnya yang juga sama sama diduga melakukan tindak pidana TPPU dari tindak pidana perjudian online atas nama Ujang Setiawan. Ujang Setiawan juga menjadi saksi dalam perkara ini (Pipingan Tjok cs) yang diputus terbukti dan sudah Inkracht,” ujar Fedrick.

Lebih jauh Fedrick mengungkapkan, dalam putusannya pada pertimbangan dan fakta hukum terpidana Ujang Setiawan menyatakan bahwa Ujang Setiawan dan rekan menjadikan rekening Anjan Fendi Badriawan sebagai rekening penampung hasil perjudian. Dan hal itu diakui oleh terdakwa Ujang Setiawan.

“Rekening atas nama terdakwa Anjan Fendi Badriawan lah menjadi rekening penampung hasil transaksi perjudian online tersebut, dan itu diakui terdakwa Ujang Setiawan. Berdasarkan keterangan para terdakwa itulah sehingga JPU menerapkan Pasal 4 UURI No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU melakukan digunakan tindak pidana memberikan kesempatan, sarana dan keterangan membantu TPPU hasil perjudian online. sesuai dengan rumusan pasal yang didakwakan,” ungkap Fedrick Adhar SH MH.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono SH MH, ketika dikonfirmasi terkait adanya sidang pada hari Jumat, mengatakan itu kebijakan.

“Apabila ada sidang perkara pidana diluar hari Senin-Kamis, itu biasanya adalah kebijakan Ketua pengadilan. Itu kewenangan Ketua pengadilan,” ujar Kapuspenkum.

Dan dia juga menjelaskan, jika ada putusan Onslag JPU melakukan upaya hukum kasasi.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply