Prima Bank Diduga Melakukan Kejahatan Korporasi Dana Nasabah

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang Direktur Komersial Bank Prima Master digelar kesekian kalinya di pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Rabu (19/2) terkait perkara dugaan penggelapan dana nasabah bernama Anugrah Yudo sebesar Rp 5 miliar.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam keterangannya, saksi korban Anugrah Yudo mengatakan kalau dirinya kehilangan uang sebanyak Rp 5 miliar di Bank Prima Master yang berkantor di Jalan Raya Jembatan Merah No. 15-17 Surabaya.

Pada saat itu saya melaporkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surabaya dan diadakan mediasi.

Hasil mediasi pada saat itu lanjut Yudo, pihak Bank Prima Master mau mengembalikan uang, ketika proses mediasi itu berjalan, pada saat mediasi, selain saya selaku korban juga dihadiri Komisaris bank yakni Nugroho, hadir juga Djaki Djaja Atmadja selaku Dirut dan pejabat bank lainnya, serta pihak OJK.

Masih penjelasan saksi, menurutnya pengembalian uang dengan cara akan menjual aset-aset debitur yang macet, tidaklah benar yang jelas saya menolaknya, lantaran tidak ada hubungannya uang saya dengan debitur macet, sebab, uang sebanyak 5 miliar itu dipindahkan ke nasabah atau debitur yang kreditnya macet, agar supaya kelihatan Bank Prima Master terlihat sehat dari pemeriksaan Otoritas jasa keuangan.

“Mulanya saya tidak tahu hal itu dan ketika dilakukan mediasi, baru tahu kalau uang saya itu dipindahkan ke nasabah yang macet,” ucap Yudo.

Masih pernyataan saksi, dalam perkara ini, OJK hanya bisa melindungi korban penggelapan oleh bank, senilai Rp 500 juta sesuai SE OJK 2013.

Lantaran masalah ini usaha saya jadi sakit terbengkalai sejak April 2018, sampai saat ini belum ada tanggung jawab dari pihak bank, kehilangan uang sebesar itu sangat kepikiran pak, sedangkan dalam hal ini OJK hanya bisa melindungi korban penggelapan hanya sebesar 500 juta jauh panggang dari api, keluh saksi Korban dihadapan Ketua Majelis Hakim Johanes Hehamony.

Usai mendengarkan keterangan saksi hakim mempersilahkan menanggapi pernyataan saksi.

Silahkan terdakwa bagaiman tanggapan anda terkait pernyataan saksi tersebut, ucap Johanes.

Terdakwa Agus Tranggono Prawoto selaku Direktur Komersial Bank Prima Master berdalih kalau dirinya tidak pernah bertemu saksi.

Bahkan terdakwa pernah menyampaikan kalau saksi uangnya ditransfer ke Ir Susilowati secara lisan ,” ucap terdakwa Agus Tranggono.

Pernyataan terdakwa Agus Tranggono ini, dibantah keras oleh saksi Anugrah Yudo. “Saya tidak pernah dimintai persetujuan oleh terdakwa Agus Tranggono, bahwa uang saya akan ditransfer ke Ir Susilowati. Nggak ada pemberitahuan itu Pak Hakim, uang saya itu, justru dipindahkan ke rekening bank milik orang lain , tanpa seijin dan sepengetahuan saya,” ucap Anugrah Yudo dengan nada kesal.

Setelah itu, saksi juga pernah menanyakan pada terdakwa Agus Tranggono kapan uang miliknya dikembalikan dan masuk ke rekening saya. “Terdakwa selalu bilang nanti, nanti , dan nanti,” tukasnya.

Hakim Anggota Dede Suryaman mengatakan, kalau CS Anna membawa cek pada terdakwa Agus Tranggono. Maka secara hukum, terdakwa Agus Tranggono yang bertanggung jawab atas perkara ini. “Jadi secara hukum, terdakwalah yang harus bertanggungjawab atas kasus ini,” kata Hakim Dede

Setelah dirasa cukup atas pernyataan saksi Ketua Majelis Hakim akhirnya menutup sidang dan dilanjut minggu depan

Usai sidang Anugrah Yudo menilai, Hakim menduga adanya kejahatan korporasi dan menjadikan terdakwa Agus Tranggono sebagai tumbal untuk menutupi kesalahan korporasi dari Bank Prima. “Harusnya jangan hanya Agus Tranggono saja dalam perkara ini harusnya juga di Direktur utama Djaki Djaja Atmadja terlibat, dan tidak menutup kemungkinan ada lebih dari 8 tersangka baru terkait masalah ini,” pungkas Yudo.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply