Penerimaan PJLP Dinas LH Provinsi DKI Perlu Ditelusuri, Diduga Marak Permainan Kotor

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Penerimaan PJLP Tahun 2020 diduga marak permainan kotor ditubuh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta khususnya di UBK Badan Air.

Maraknya penanda tanganan kontrak kerja bagi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebutan pekerja Kontrak perorangan Badan Air Wilayah Jakarta Timur akhir-akhir ini mengakibatkan molornya penerimaan PJLP yang baru untuk menggantikan PJLP yang sudah berusia lanjut.  

Ada sinyalemen bahwa PJLP yang baru telah dipekerjakan tersebut diduga main mata dengan oknum Pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Informassi yang dihimpun dari orang yang layak dipercaya dan cheking on the sport/penelusuran dilapangan terdapat beberapa orang diantaranya berinisial R dan O sudah bekerja, meskipun PJLP yang lama belum selesai menandatangani kontrak. 

” Kontrak Kerja/Perjanjian Kerja menurut Undang-Undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak”.

Sampai berita ini diturunkan media ini  masih menelusuri PJLP yang baru lainnya  yang menurut info dilapangan sebanyak 14 orang yang sudah dipekerjakan. Kasatlak, Pengawas DLH selalu menyampaikan “Bagi PJLP sudah usia 58 tahun keatas, sebaiknya digantikan oleh anaknya sendiri”. Namun itu hanya isapan jempol. 

Terbukti seorang dari PJLP yang lama ingin digantikan oleh anaknya inisial  LF, yang sudah sejak 18 November 2019 telah memasukkakan berkas sesuai dengan persyaratannya termasuk Medical Chek Up bahkan sudah selesai di interview, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk dipekerjakan.  

Berbicara tentang Medical Chek Up (MCU) bagi PJLP lama sempat dianjurkan untuk melakukan MCU, dimana mereka harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp600 ribu perorang di Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat dan hasil MCUnya akan diambil oleh petugas yang ditunjuk dari DLH. 

Menurut analisa kami, sebanyak 6000 PJLP DKI Jakarta x Rp 600 ribu pengeluaran untuk MCU dengan total Rp 3.6 Milliar harus dikeluarkan oleh PJLP.

Padahal Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan( PJLP), Menurut Direktur Eksekutif Jakarta Publik Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad seperti dilansir dari AKURAT.co mengatakan, OPD sudah semestinya menjadikan surat edaran tersebut sebagai rujukan dalam proses rekrutmen PJLP. 

Untuk PJLP yang sudah bekerja di tahun 2019 cukup mengajukan dokumen lamaran dengan menyatakan sebagai pekerja sejenis dengan kontrak baru.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Artal Reswan menyampaikan, Kepala SKPD dan UKPD harus bisa memastikan kemudahan pendaftaran ulang PJLP lama tidak perlu ada MCU, katanya dalam surat edaran.

Sementara Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jaarta Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan pendaftaran ulang PJLP lama tidak perlu ada MCU. Surat Edaran tersebut terlambat disosialisasikan DLH kepada PJLP, sehingga terlanjur sudah melakukan MCU dg mengeluarkan sejumlah biaya tersebut diatas.

“Kepala SKPD dan UKPD bertanggungjawab untuk memastikan seluruh pegawainya turut menaati aturan dalam SE tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran, akan diproses untuk diberikan teguran yang akan berpengaruh pada penilaian kinerja,” tandasnya.

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyetujui langkah BKD DKI Jakarta untuk mempertahankan 125.000 PJLP pada tahun 2020. 

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Dany Anwar mengatakan selama PJLP melaksanakan tugasnya dengan baik Dewan merekomendasikan untuk mempermudah agar PJLP tidak lagi diminta persyaratan administrasi seperti selama ini terjadi. “PJLP ini setiap tahunnya tidak perlu lagi mereka mengurus surat kelakuan baik, surat keerangan bebas narkoba (SKBN), terkecuali PJLP tersebut ada yang dicurigai atau prilakunya tidak baik, jelas Anwar kepada wartawan.

RANTO MANULLANG

Share.

About Author

Leave A Reply