Konsultan Hukum PT. Jiwasraya Diperiksa sebagai Saksi Oleh Kejagung

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA -Konsultan Hukum PT. Jiwasraya (Persero) Irfan Melayu bersama 13 saksi lainnya di periksa Tim Penyidik Pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejagung, di Gedung Bundar, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).

Irfan Melayu selaku Konsultan Hukum PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) memberikan pendapat hukum atas Investasi Reksadana berbentuk kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas Tahun 2008-2014, dengan biaya pendapat hukum tersebut sebesar Rp. 3,9 Milyar dan diduga terdapat kekurangan bukti-bukti serta referensi yang mendasari pendapat hukum, metode kerja dan prosesnya.

Pemeriksaan ke 14 orang saksi terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero) masing-masing ialah:

  1. Mahesh Gagandas Lalmalani ;
  2. Bachtiar Effendi ;
  3. Lingga Herlina (Komisaris PT. Angkasa Bumi Mas) ;
  4. Felix Christian (Direktur Utama PT. Angkasa Bumi Mas) ;
  5. Yongky Teja ;
  6. Kurniadi Pramita Abad
  7. Decy Sofjan
  8. Roni Subagio
  9. Katherine Widjaja
  10. Janni
  11. Favithar Harjani
  12. Wilianto Poaler
    13 Irfan Melayu dan 14,p Andi Asmoro Putro.

“Perlu saya jelaskan bahwa dari 14 orang saksi yang diperiksa, sebagian besar adalah pemeriksaan lanjutan dan khusus saksi nomor 1-12 adalah saksi-saksi yang keberatan dengan pemblokiran rekening dan menuntut untuk dibuka blokir rekeningnya. Sehingga para saksi dapat dikelompokan menjadi empat kelompok,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono SH, kepada media, Jumat (7/2) pukul 19.00 Wib.

12 orang saksi yang keberatan rekeningnya diblokir dan meminta dibuka blokirnya.
“Sampai saat ini masih ada beberapa pemeriksaan saksi yang masih berlangsung sejak kedatangan siang, pasca ditetapkan sebagai Tersangka baru Joko Hartono Tirto (JHT) pemeriksaan perkara ini semakin diintensifkan dengan memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait dalam perkara ini baik sebagai saksi maupun ahli, guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya,” pungkas Kapuspenkum.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply