Komnas PA Membangun Program Kemitraan Strategis Dengan Kemen-PPPA RI

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA   –   Untuk ikut berpartisipasi menjalankan 5 pokok program Prioritas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak di Indonesia yang menjadi visi dan misi dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan penuh keakraban,  Dewan Komisoner Komisi Nasional Perlindungan Anak diterima ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di ruang kerjanya, Rabu (5/2).

Pertemuan dengan suasana untuk membicarakan tindak lanjut dan peran masing-masing lembaga termasuk Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Nusantara besutan Komnas Perlindungan Anak untuk menjalankan dan ikut serta dalam arak-arakan mengimplementasikan dan mewujudkan 5 pokok program prioritas tersebut.

Dari lima pokok program prioritas tersebut, Komnas Perlindungan akan mengambil peran dalam program pengurangan Perkawinan Usia Anak dan Pengurangan Pekerja Anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan seksual termasuk penangananan anak yang dieksploitasi secara seksual komersial, serta dijadikan perbudakan seks anak (child sexual bonded) dan kerjasama memutus mata rantai kekerasan terhadap Anak.

Untuk itu, dalam waktu dekat percakapan akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Akta Nota Kesepemahaman (MoU) guna mengatur peran serta kelembagaan.

Untuk memastikan kebersamaan mengimplementasi 5 pokok program prioritas tersebut, Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak menjelaskan latar belakang sejarah tentang keberadaan, peran serta hadirnya Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se Nusantara dalam Gerakan Nasional Perlindungan Anak di Indonesia sejak didirikan tahun 1998 oleh pemerintah dan masyarakat dengan bantuan teknis Badan PBB Urusan Anak Unicef.

Untuk memastikan implementasi MoU Gerakan Perlindungan Anak di Indonesia, lanjut Arist, demikian juga untuk menjalan misi dan visi itu, saat ini telah dibentuk LPA yang telah terverikasi kelembagaannya di 179 Kabupaten, Kota dan Propinsi sebagai mitra kelembagaan di daerah siap untuk menjalan 5 pokok program prioritas itu di masing-masing daerah.

” Inilah bentuk nyata partisipasi dan keterlibatan Komnas Perlindungan Anak dalam memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, perkawinan usia anak dan pengurangan ekplotasi anak untuk tujuan pekerja anak dan untuk tujuan seksual komersial yang menjadi program perioritas Kementeria PPPA RI,”  jelas Arist.

Turut hadir dalam pertemuan audensi Dhanang Sangkono Sekretaris Jenderal, Muhammad Uut Lutfi Komissioner Bidang penguatan Kelembagaan dan Jaringan Kerja, Lia Latifah Komisioner Pengembangan Sumber Perlindungan Anak, dan staff Komnas Perlindungan Anak juga dibicarakan rencana program kerjasama pelatihan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak berbasis Konvensi Hak Anak (KHA) bagi para aktivis dan stakeholder perlindungan anak di Indonesia.

“Disamping itu, dalam audensi penuh keakraban dengan ibu Menteri didampingi Asdep Deputy Perlindungan Anak juga membahas rencana kunjungan kerja ke komunitas anak didaerah yang dibangun masyarakat, LPA dan forum anak serta rencana Hari Anak”, kata Arist.

“Terima kasih ya Pak Arist telah datang mengunjungi Kemen PPPA bersama Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak. Kunjungan ini sangat luar biasa dan penghargaan bagi kami,” demikian disampaikan ibu Menteri PPPA setelah mendengar panjang lebar penjelasan Arist Merdeka mengenai mengenai maksud kedatangan dan audensi tersebut.

Ibu Menteri meresponnya bahwa masukan dan usulan Komnas Perlindungan Anak yang disampaikan akan segera kami ditindaklanjuti, dan meminta kesediaan Komnas Perlindungan Anak turun bersama untuk membangun gerakan memutus mata rantai kerasan terhadap anak sebagai bagian program strategis pemerintah.

Dengan penuh keakraban audensi di akhiri dengan sessi minum kopi dan teh dan photo bersama.

RED

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Share.

About Author

Leave A Reply