Kejaksaan Diminta Periksa Dugaan Pungli SMPN 1 Kota Tangerang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA TANGERANG – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang diminta periksa dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak SMP Negeri 1 Kota Tangerang yang di pungut kepada siswa sebesar Rp. 50.000 per siswa perbulan dengan sebutan sumbangan sukarela.

Hal ini disampaikan oleh Rudyanto selaku Wakil Ketua LSM Gempita DPD Tangerang Raya ketika diminta tanggapanya terkait dugaan pungutan dengan dalih sumbangan sukarela yang dibebankan pihak sekolah kepada orangtua siswa.

Rudyanto berkomentar, kami sangat menyayangkan perihal masih adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah, entah itu melalui komite atau apapun sebutanya, segala sesuatu yg menyangkut dengan biaya pendidikan tentunya tertera di dalam RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah), di luar dari pada itu ya pungli.

” Karena RAPBS adalah anggaran terpadu antara penerimaan dan penggunaan dana serta pengelolaannya dalam memenuhi seluruh kebutuhan sekolah selama satu tahun pelajaran berjalan. Dimana sumber dananya berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan orangtua /wali peserta didik, lantas kenapa ada pungutan tetapi tidak tertera didalam RAPBS, ujarnya seraya bertanya? Kalau sifatnya situasional misalnya ada sumbangan untuk korban bencana banjir, itu sah sah saja, tapi ini pungutan sudah berlangsung bertahun tahun, menurut saya ini jelas pungli.,” ungkapnya.

“Kami berharap Kejaksaan Negeri Kota Tangerang serius untuk mengusut hal ini, dan kami akan buatkan laporanya dalam waktu dekat ini,” ujar Rudyanto dengan tegas kepada RadarOnline.id.

Adapun pungutan yang dilakukan oleh SMPN 1 Kota Tangerang yaitu dengan sebutan sumbangan sukarela setiap siswa melalui paguyuban kelas dipungut Rp. 50.000 perbulan.

Mulyono selaku Kepala SMP Negeri 1 Kota Tangerang yang di konfirmasi oleh RadarOnline.id baru baru ini mengatakan, “saya baru tiga bulan disini, saya masuk pungutan itu sudah berjalan sejak lama, bahkan sejak tahun 2007 waktu masih RSBI itu sudah berjalan.

“Sekolah tidak mampu membiayai uang listrik tiap bulan karena setiap ruang kelas sudah dipasang AC, akhirnya disepakatilah adanya sumbangan sukarela yang dikelola oleh komite sekolah, ujarnya kepada RadarOnline.id.

Khudori Faraby selaku ketua komite didampingi oleh pengurus komite yang lain mengatakan, “dana BOS dan BOP tidak mencukupi, karena didalam BOP biaya listrik itu sudah dipatok berdasarkan persentase ya sekitar Rp. 8.000.000 perbulan, maka diadakanlah sumbangan sukarela untuk biaya listrik sebagian dan sebagian lagi untuk kegiatan kegiatan paguyuban yang mendukung prestasi anak didik, ujarnya kepada Radaronline.id Rabu, (5/2).

Dengan jumlah kelas siswa yang ada di SMP Negeri 1 Kota Tangerang yang sebanyak 27 kelas dengan asumsi setiap kelasnya mengumpulkan Rp. 2.000.000 perbulanya, diperkirakan sebanyak Rp. 54.000.000 terkumpul daripada orangtua setiap bulanya yang dikelola oleh komite sekolah dengan dalih biaya listrik ruangan ber AC.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply