Kejari Jakarta Utara Musnahkan BB dan Launching Pengembalian Barang Bukti Lewat Pos Indonesia

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara melakukan pemusnahan Barang bukti sebanyak 906 perkara yang sudah Inkracht per periode September 2018-September 2019, di Pekarangan Kantor Kejari, Rabu (11/12).

Barang bukti yang dimusnahkan itu terdiri dari berbagai jenis benda seperti narkoba jenis sabu dan ganja. Senjata tajam, senjata api (rakitan, softgun), handphone dan kosmetik, pangan tanpa izin edar.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan dengan gerinda. Narkoba dimusnahkan dengan mobil incerator milik Badan Narkotika Nasional (BNN), yang disaksikan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Utara, I Made Sudarmawan SH, MH didampingi Kasi Pidum Satria Irawan serta dihadiri perwakilan dari Walikota Jakut, Ketua PN, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kapolres Pelabuhan, Kapolres Kep. Seribu, Komandan Kodim 0502 Jakut, Kepala Sudin Kesehatan Kota Adm Jakarta Utara fan Kepala BPOM Jakarta Utara.

Kajari Jakarta Utara I Made Sudarmawan mengatakan pemusnahan barang bukti yang dilakukan kebanyakan berasal dari kasus narkoba.

” Pemusnahan barang bukti ini dari sekitar 906 perkara, 75 persen di antaranya itu dari narkotika ,’ terang Made.

Made menguraikan total ada 781 perkara terkait kasus narkoba, 35 perkara yang berasal dari kasus teroris serta 25 perkara dari kasus perjudian dan 23 perkara dari kasus senjata tajam.

“Salah satu tugas jaksa adalah melaksanakan putusan pengadilan, di situ ada badan tiap perkara, denda dan barang bukti. Badannya kan sudah di Lapas, nah sekarang barang buktinya kita musnahkan,” ujar Made menerangkan sesuai dengan Pasal 270 KUHAP.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini adalah adalah barang bukti perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dari periode September 2018 sampai dengan September 2019 silam, berdasarkan putusan pengadilan yang harus dimusnahkan,” jelas Made

Kebetulan tambah kajariy tahun ini baru ini pelaksanaan pemusnahan diakhir tahun sekalian bersih-bersih.

Sementara Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Oman Setiawan, SH., MH mengatakan bahwa
barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari ganja 4879,752 gram, sabu 2075,468 gram, handphone 299 unit, senjata api 29 unit, senjata tajam 24 unit.

Pada saat yang bersamaan Kajari Jakarta Utara dengan PT Indonesia (Persero) melakukan kerjasama melauncing “Program Pelayanan BB Asyik Antar Sampai Rumah”

Menurut I Made, launcing program kerjasama dengan PT. POS Indonesia (Persero), bertujuan untuk memudahkan pelayanan masyarakat dalam mengambil barang bukti.

“Salah satu kerjasama antara kejaksaan dengan Kantor Pos, dimana Kantor Pos membantu kejaksaan di dalam pengembalian barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari putusan hakim pengadilan”, tutur I Made.

Kerjasama tersebut dilakukan tambah Kajari agar mempermudah masyarakat dalam mengambil barang bukti, di karenakan keterbatasan tenaga dari kejaksaan sehingga sering sedikit keterlambatan pengirimannya untuk di kembalikan kepada yang bersangkutan.

“Atas dasar tersebut, kita bekerjasama dengan PT. POS Indonesia (Persero), dimana Kantor Pos yang akan menyampaikan kepada yang berhak, bahwa ada barang bukti yang akan di kembalikan. Dan disitu ada 2 pilihan, yang bersangkutan bisa mengambil tanpa mengeluarkan biaya atau di kirim langsung ke alamat yang bersangkutan,” ungkap I Made.

PT. Pos Indonesia (Persero) yang diwakili Onni Hadioni juga mengatakan bahwa akan diluncurkan juga program lainnya yaitu pembayaran tilang dan pengambilan SIM, STNK lewat Pos. Tapi dingatakan Program itu akan dimulai tahun 2020.

”Caranya dengan membuka web aplikasi Pos Indonesia dan mengirim foto surat tilang berwarna biru beserta KTP. Disitu akan terlihat biaya yang akan dikenakan. Selanjutnya pihak Pos akan kordinasi dengan kejaksaan setelah selesai dikirim ke pemiliknya. Tetapi dengan syarat saat diantar kerumah, harus menunjukkan bukti surat tilang berwarna biru beserta KTPnya, supaya tidak ada kesalahan” ujar Onni Handioni.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply