Material Proyek Pedestrian JLS Diduga Dioplos

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG –
Proyek Pembangunan Pedestrian dan Perbaikan Saluran Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga menggunakan material dari berbagai tingkatan mutu atau kualitas. Material yang diduga dicampur atau dioplos antara lain U-Ditch dan kerb (kansteen).

Dugaan oplosan U-Ditch timbul karena sejumlah U-Ditch terpasang tampak tidak bermerek. Sedangkan selebihnya bermerek. Barang tak bermerek itulah yang diduga merupakan barang berkualitas abal-abal, dan diduga tidak ber-SNI.

Kerb yang diduga abal-abal, tampak dari bagian atasnya yang bersegi bekas cetakan. Lazimnya, kerb terlihat mulus dengan bentuk lengkungan halus pada salah satu sudut bagian atasnya.

Tak hanya oplosan material, pelaksanaan pengecoran pedestrianpun terkesan dilaksanakan tanpa ukuran yang jelas dan pasti. Beton cor pedestrian dilaksanakan tanpa acuan atau bekisting, terutama di sisi (tepi) badan jalan.

Dari penelusuran pada situs pengadaan barang dan jasa Kota Tangsel, diketahui, proyek tersebut dilaksanakan oleh Artha Reksa Abadi dengan kontrak Rp 9.950.758.000,-

Sampai berita ini dilansir, Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, Eka Pribawa belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi. Beberapa kali upaya radaronline.id mendatangi Kantor DPU Tangsel, tetapi selalu gagal bertemu dengannya.

“Ke Jakarta. Ada rapat disana,” kata petugas front office kantor DPU Tangsel, Rabu (11/12).

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply