Surat Tuntutan Terdakwa Zul ‘Zivilia’ Cs Sindikat Narkoba Antar Provinsi Akan Dibacakan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Surat Tuntutan terdakwa Zul ‘Zivilia’, Zulkifli Cs, Senin (1/12) akan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara dihadapan persidangan yang terbuka untuk umum.

Hal itu disampaikan Kasi Pidum Kejari Jakarta Utara, Satria Irawan kepada RadarOnline.id, Rabu (27/11) pagi.

” Surat tuntutan sudah kita siapkan semua, jadi Minggu depan (Senin 1 Desember 2019-red) akan dibacakan. Ketiga-tiganya (tiga splitan) perkara akan dibacakan,” ujar Satria Irawan, SH, MH.

Hal itu disampaikan menjawab pertanyaan terkait alasan penundaan sidang pembacaan surat tuntutan, Senin (25/11).

Kasi Pidum mengatakan bahwa penundaan karena masih menunggu proses persidangan pemeriksaan terdakwa lainnya, yang perkara nya saling berkaitan.

“Tertundanya pembacaan surat tuntutan terdakwa Moh. Hendrawan alias Rian, Zulkifli alias Zul ‘Zivilia’, dan Harun Rasyd (satu siplitan) yang telah terlebih dahulu selesai pemeriksaan perkara nya, dikarenakan harus menunggu proses persidangan terdakwa Alfian, Rifki, Riski (satu siplitan) dan juga persidangan terdakwa Ismayandi, Rio Ramadani dan Devianty (satu siplitan). Tiga splitan itu saling terkait sehingga jaksa dalam membuat surat tuntutan harus menunggu perkara yang lain, karena harus merangkai surat dakwaan dan surat tuntutan secara utuh sesuai dengan perbuatan masing-masing terdakwa sebagaimana fakta persidangan. Jadi penyusunan Surat tuntutan dan pertimbangan dalam menjatuhkan tuntutan harus secara utuh dan menyeluruh hasil yang terungkap sipersidangan,” ungkap Satri Irawan SH, MH.

Satria mengaku sangat hati-hati dalam pembuatan surat tuntutan para terdakwa itu dikarenakan jaringan. “Para terdakwa itu adalah jaringan antar provinsi: Jakarta, Palembang, Semarang dan Kalimantan yang dalam perbuatannya mengakui sudah mengedarkan hampir mencapai seratus kg sabu dan ekstasi. Jadi, para terdakwa akan dijatuhi tuntutan sesuai peran masing-masing. Hal itu perlu dilakukan agar mencapai tujuan penegakan hukum yang berkeadilan,” paparnya.

Para terdakwa adalah jaringan dibawah komando Bandar Narkoba Casanova (DPO).

Casanova berhubungan langsung kepada Moh. Hendrawan alias Rian, dan Zulkifli dan Harun Rasyid adalah anak buah Hendrawan alias Rian.

Kemudian terdakwa Alfian adalah anak buah langsung Casanova, Rifki, Riski adalah anak buah Alfian.

Dan demikian juga terdakwa Ismayandi dan Rio Ramadani adalah anak buah langsung Casanova. Sementara terdakwa Devianty adalah anak buah Moh. Hendrawan alias Rian.

Para terdakwa sesuai barangbukti yang disita penyidik sudah mengedarkan hapir 80kg sabu dan 20. Ribu ekstasi.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply