Progres 60 Persen, Kasudis Bina Marga Jakbar Minta Kontraktor Lakukan Percepatan Penyelesaian Proyek

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Riswan Effendi turun langsung ke lapangan monitor progres proyek di Jakarta Barat.

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Suku Dinas (Sudis) Bina Marga Jakarta Barat (Jakbar) Riswan Effendi selalu mengingatkan kontraktor untuk menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, mengingat tenggang waktu penyerapan anggaran tahun 2019 hanya tinggal satu bulan lagi.

Selain ingatkan para kontraktor, Riswan juga rutin turun langsung ke lapangan monitor progres dan kualitas proyek diantaranya pekerjaan betonisasi jalan, trotoar dan pemasangan u-ditch saluran air.

Riswan menyebutkan untuk pengawasan pekerjaan-pekerjaan di Sudis Bina Marga Jakbar tahun ini ada juga pendampingan dari TP4D (Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. “Dengan adanya pendampingan dari TP4D tersebut, diharapkan kontraktor lebih berhati hati dalam melaksanakan pekerjaan,” ujar Kasudis Bina Marga Riswan Effendi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/11).

Riswan optimis pekerjaan Sudis Bina Marga Jakbar bisa selesai sesuai waktu dan penyerapan anggaran yang sudah ditargetkan diupayakan bisa tercapai.

” Untuk saat ini kita terus berupaya meminta pihak kontraktor untuk melakukan percepatan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan, melihat kondisi pekerjaan di lapangan masih sekitar 60 persen,” ujarnya.

Diakuinya pula, ada beberapa item kegiatan yang mengalami keterlambatan pelaksanaan, seperti pekerjaan beton dan saluran akibat dari e- katalognya yang baru ditayangkan pada awal September 2019 di BPPBJ (Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) Provinsi DKI Jakarta. “Padahal seperti tahun lalu di bulan September progres seluruh pekerjaan sudah mencapai 60 persen tapi saat ini di bulan November baru dapat mencapainya,” kata Riswan.

“Kita tahu banyak kendala di lapangan, banyaknya utilitas, seperti kabel, tiang listrik, pipa PAM, PLN. Tidak hanya itu banyaknya pesanan beton di luar pekerjaan kita di wilayah Jakbar berpengaruh untuk percepatan pekerjaan kita, karena pesanan beton secara bersamaan dengan wilayah lain,” kata Riswan.

Riswan mengatakan untuk perkerasan beton, sebelumnya untuk standart jalan menggunakan K.350 dan untuk di tahun ini, semua Sudis Bina Marga di DKI Jakarta menggunakan Flexure Strenght (FS-45) yang minimal setara dengan beton K.400.

“Memang jika kita melihat dilapangan sejak kita gunakan beton FS-45 ada lokasi jalan seperti terjadi retak rambut tapi itu bukan retak sampai kebawah, hanya terjadi dipermukaan saja, akibat pemeliharaan curing yang kurang sempurna dan secara kualitas kita akan cek dengan pemeriksaan di laboratorium,” kata Riswan.

Mengenai target penyerapan anggaran tahun 2019 ini, sambung Riswan minimalnya sekitar 93 persen. “Ditekankan supaya kontraktor lebih berhati hati dalam melaksanakan pekerjaan,” ujarnya.

MARKUS

Share.

About Author

Leave A Reply