UMK Jatim Tahun 2020 Ditetapkan Naik 8,51 Persen

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA -Ratusan pekerja /Buruh jawa timur melakukan Aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2020. UMK yang tertinggi Kota Surabaya sebesar Rp 4.200.479,19,- dan terendah sebesar Rp 1.913.321,73,- atau naik 8,51 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Dewan Pengupahan Provinsi Jatim serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jatim, di Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan nomor 110 Surabaya menyampaikan langsung penetapan UMK 2020, Rabu (20/11).

Penetapan itu berdasarkan keputusan gubenur / Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/568/KPTS/013/2019 tanggal 20 November 2019 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2020. Penetapan ini dilakukan sehari sebelum batas akhir penetapan UMK, yaitu tanggal 21 November 2019.

Kenaikan UMK sebesar 8,51 persen ini mengacu pada Surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor BM/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019, tentang Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Kenaikan UMK juga mempedomani formula perhitungan upah minimum yang diatur pada Pasal 44 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 15 Tahun 2018 tentang Upah Minimum.

Secara rinci, inflasi nasional tahun 2019 sebesar 3,39 persen, sedangkan pertumbuhan produk domestik bruto atau pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Sehingga kenaikan UMK Tahun 2020 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51 persen.

Proses penetapan UMK Jatim tahun 2020 ini diawali dengan penyampaian usulan dari Bupati/Walikota kepada Gubernur Jatim melalui Dewan Pengupahan Provinsi Jatim. Dewan Pengupahan Provinsi Jatim kemudian melakukan sidang pembahasan usulan tersebut.

Saat proses usulan, tercatat tiga usulan yang tidak sesuai ketentuan, yaitu Kota Blitar, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. Setelah mendapatkan klarifikasi dari bupati/walikota terkait serta melalui serangkaian sidang pembahasan, maka disepakati bahwa penetapan UMK di Jatim sepenuhnya berpedoman pada ketentuan yang ada, yaitu naik sebesar 8,51 persen dari nilai UMK tahun sebelumnya.

Gubernur Khofifah mengatakan, berharap semua stakeholders mampu menjaga iklim hubungan industrial di Jatim agar tetap terpelihara secara kondusif dan konstruktif-produktif.

Menurutnya, Pemprov Jatim terus berkomitmen untuk memperhatikan dan mengacu kepada regulasi dan ketentuan yang berlaku di bidang pengupahan, tanpa mengorbankan kepentingan dunia usaha maupun kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerjanya.

” Iklim ketenagakerjaan yang sehat ini pada gilirannya akan berdampak baik terhadap masuk, berkembang dan terpeliharanya iklim investasi di Jatim yang positif demi tumbuh kembangnya perekonomian Jatim yang diarahkan untuk sebesar-besarnya kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengupahan Jatim yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim, Fauzi mengatakan bahwa Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2020 sementara yang sudah masuk usulan ke Dewan pengubahan provinsi hanya 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. Dengan usulan tersebut Dewan Pengupahan Provinsi Jatim belum dapat memberikan rekomendasi kepada Gubernur Jatim, sebab masih diperlukan klarifikasi lebih lanjut, dan UMSK ada 3 Kabupaten/Kota sampai hari ini belum masuk ke Dewan Pengupahan Provinsi Jatim, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto.

“Dewan Pengupahan Jatim masih akan melakukan pembahasan dan konfirmasi lebih lanjut terkait UMSK lima daerah tersebut. Selanjutnya akan direkomendasikan kembali kepada Gubernur Jatim. Sebab ada ketentuan yang mensyaratkan kesepakatan antara asosiasi pengusaha pada sektor yang bersangkutan dengan serikat pekerja/serikat buruh pada sektor yang bersangkutan,” tegas Fauzi.

NAMIN

Share.

About Author

Leave A Reply