RSUD dr Soetomo Surabaya Luncurkan Aplikasi Sikedu

Pinterest LinkedIn Tumblr +

SURABAYA – Belum terintegrasinya database kepegawaian yang terdiri dari PNS, BLUD Non PNS, pegawai Non RSDS (dokter mitra) dan tenaga kontrak khusus. Kini, RSUD dr Soetomo Surabaya luncurkan Sikedu (Sistem Informasi Kepegawaian Terpadu) sebuah aplikasi kepegawaian yang memuat database pegawai. Rabu (20/11).

Berdasarkan data pada tahun 2018, prosentase kepemilikan SIP dan STR untuk seluruh tenaga kesehatan hanya sebesar 85.27% dari 2.845 tenaga kesehatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soetomo, Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS (K), menjelaskan, aplikasi dibuat agar urusan kepegawaian rumah sakit makin lebih mudah, mengingat jumlah pegawai di rumah sakit terbesar di Indonesia Timur ini jumlahnya ribuan.

“Dengan adanya aplikasi ini jelas akan mempercepat pelayanan terhadap masyarakat juga, karena pelayanan kita jumlahnya banyak sekali. Kalau kita tidak mempunyai metode yaitu metode retensi pegawai maka akan sulit, kita kehilangan tenaga tenaga spesialis,” ujar Dr Joni Wahyuhadi.

Ia mencontohkan, seorang perawat yang ingin naik golongan, maka harus mengumpulkan kredit poin semasa kerja di RSUD dr Soetomo. Sang perawat pun membutuhkan waktu lama untuk mendata ulang. Namun dengan adanya aplikasi ini, yang bersangkutan cukup memasukkan data yang ada.

“Jadi dia tidak lagi ribet ngurusi itu. Dia ingin naik golongan 1, 2, 3, 4 misalnya. Jadi dia tinggal masukkan saja di (aplikasi) situ, jadi databasenya memang sudah ada,” jelas Joni Wahyuhadi.

Lanjut Dr Joni, jadi pegawainya tidak lagi harus membuang-buang waktu. Hanya untuk mengurus kepentingan diri sendiri, seperti pengajuan cuti hingga proses permintaan surat keterangan kerja.

“Oleh karena itulah maka supaya kepegawaian ini tertata rapi, surat registrasi bahwa dia sebagai perawat sebagai dokter harus ada surat izin dan itu ada batas waktu,” lanjutnya.

Dicontohkan Dr Joni, kalau misalkan saya habis surat izin saya enam bulan sebelumnya itu saya harus sudah daftar lagi, ngurus lagi Untuk di-approve itu saya harus ada data-data masuk, ketika di cek keluar semua riwayat saya di sini.

“Misalkan contoh saja ya, saya katakan STR (surat tanda registrasi) saya habis tahun 2021, enam bulan sebelumnya itu ada remindernya, ada SMS yang diberitahukan ke saya. Jika dokter itu ndak punya STR dan SIP, ndak punya ndak boleh, walaupun direktur harus punya itu juga,” paparnya.

Sehingga, ada waktu untuk mengurusnya. Pegawai atau dokter nakal yang tak mengantongi kelengkapan surat ijin pun bisa dihindarkan.

Bukan itu saja, aplikasi yang dibuat oleh Tim IT bersama Bidang Kepegawaian rumah sakit tersebut, dikatakan Joni, juga dipasang sebuah sistem peringatan dini. Yang otomatis akan memberitahu jika ada surat kepegawaian segera habis masa berlaku.

Kendati demikian, aplikasi tersebut diakui masih banyak kekurangan. Namun pihaknya menargetkan aplikasi akan berjalan sempurna dua tahun kedepan, “Saya targetkan kalau ini jalan. Dua tahun sistem ini sempurna berjalan,” tutupnya.

HOLIDY

Share.

About Author

Leave A Reply