1.000 Buruh Pabrik PT Dutacipta Pakarperkasa Tuntut Upah Karyawan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Sekitar lebih dari 1.000 buruh pabrik baja konstruksi PT Dutacipta Pakarperkasa, yang telah memiliki sangkutan sebesar 1.8 triliun di 5 (lima) bank, sedangkan aset hanya 1,3 triliun. Mereka menuntut gajinya yang belum dibayarkan selama 7 bulan oleh perusahaan.

Kelima bank tersebut, yakni, bank Mandiri, Danamon, CTBC, OCBC, dan Panin Syariah. Ratusan buruh melakukan aksinya di depan kantor bank tersebut, dengan melakukan berbagai tuntutan.

Kordinator aksi dari SP KEP SPSI Kota Surabaya, Namin mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi baja itu belum membayarkan upah bagi pegawainya selama 7 bulan.

“Kita disini menuntut hak, yang saat ini kurang Iebih penderitaan yang dialami buruh pabrik PT Dutacipta Pakarperkasa ini selama 7 bulan,” kata Namin disela aksi demo.

Pihaknya juga telah mengajukan PKPU ke Pengadilan Negeri Surabaya, dikatakan Namin, karena bank ini sama – sama kreditur harus sepaham.

“Jadi kita tadi lakukan demo di 5 (lima) bank dengan tuntutan agar pihak bank, tolak tindakan kreditur diluar PKPU pada PT Dutacipta Pakarperkasa,” ujar Namin.

Tak hanya itu, ini kata Namin, jika disepakati damai maka pihak kreditur separatis yaitu bank maka jangan sampai tidak mengindahkan hak2 buruh dan kreditur lain, dimana jika damai tanpa ada kepastian gaji maka bagaimana perusahaan akan berjalan dan mampu bayar hutang, dan jika tidak mengindahkan konkuren maka siapa yang akan mensuplay bahan baku dan jika tidak terjadi perdamaian dan menjadi pailit maka pihak perbankan dilarang untuk menjual aset secara sendiri karena merugikan semua kreditur, dan penuhi hak pekerja karena tagihan buruh adalah preveren dan tagihan gaji adalah hutang harta pailit.

PT. Dutacipta Pakarperkasa yang beralamat di Jl. Panjang Jiwo Surabaya, Warugunung Karangpilang Surabaya dan Wringin, Wringin Anom Gresik, selaku pemohon PKPU pada Pengadilan Negeri Surabaya.

“Intinya, dari masing-masing bank hanya menampung aspirasi kita, semua keputusan ada di pusat Jakarta, tuntutan kita diterima tapi tetap disampaikan ke pimpinanya di pusat,” jelas Namin saat usai bertemu perwakilan bank tersebut.

Tuntutan yang di sampaikan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan. “Sama-sama kreditur hak buruh harus didahulukan, dan juga memperhatikan kreditur lain tegas Namin.

TIM

Share.

About Author

Leave A Reply