“The Chef” Aplikasi Kuliner Yang Pertama Didunia

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Perkembangan teknologi digital 4.0 saat ini, dimanfaatkan para Chef atau Koki muda Indonesia untuk mendorong perkembangan industri khususnya dibidang kuliner maupun diberbagai usaha lainnya dengan menciptakan sebuah Aplikasi Kuliner yang pertama di dunia, yaitu THE CHEF yang diadakan di Artotel Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/11) yang turut dihadiri sejumlah undangan dari berbagai kalangan Khususnya para Chef.

Chef Profesional Widhijanto menjelaskan, ‘The Chef’ bisa dibilang adalah pertama di dunia untuk aplikasi berbasis komunitas profesi yang berhubungan dengan dunia kuliner, food industry, data profil, sertifikasi kuliner, dan segala sesuatu yang mendukung generasi milenial untuk mengapresiasi karya ide yang ada.

Menurutnya, aplikasi The Chef ini juga bisa menjadi wadah bagi profesi di bidang F&B untuk mengembangkan ide kreatif dan membagikan karya kreatifnya melalui fitur-fitur di dalam aplikasi, seperti fitur Chef Channel, dan juga fitur marketplace untuk para chef preneur.

“Seiring perkembangan jaman, bahwa perkembangan chef belakangan sangat pesat, bahkan muncul beberapa komunitas dan asosiasi yang menaungi chef. Namun ditegaskannya bahwa aplikasi ‘The Chef’ terbuka bagi siapa saja dan tidak berafiliasi dengan salah satu asosiasi atau komunitas,” kata Chef Widhijanto pada saat acara launching “The Chef’ di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Wildan Avessina Chef milineal mengatakan, beberapa fitur yang akan disediakan di aplikasi tersebut diantaranya adalah informasi lowongan pekerjaan, informasi profil chef bagi perusahaan yang membutuhkan, data event chef dan kegiatannya di seluruh Indonesia, termasuk marketplace produk dan peralatan yang berkaitan dengan bisnis makan dan minuman.

“Dan yang menarik, kami mengakomodir keinginan masyarakat untuk menjadi chef. Makanya kami menggelar charity hingga beasiswa atau pendanaan kepada mereka yang kurang mampu untuk dididik hingga menjadi chef profesional,” bebernya.

Aplikasi ini juga menyediakan fitur forum bagi para chef untuk berinteraksi melalui chat forum dan bisa berbagi ide kreatif dan karya mereka, sehingga bisa membantu mereka untuk bisa dikenal dan diakses di seluruh dunia.

Sementara itu, tim IT The Chef Iksan menuturkan konsep fand disk di The Chef misalnya ada yang ingin punya restoran cabang, mereka bisa mengirimkan proposalnya di aplikasi dan dari sana team cek survingnya. Jadi dari para investor juga bisa berkerjasama melalui aplikasi ini.

“Dari sana juga bisa lihat melalui aplikasi itu saja kita bisa cari suplaiyer yang cocok, mengeseting, lampbackhind, barisat, accounting jadi fan disk sudah meningkat banyak hal bukan hanya mencari investor tapi midnya sudah ada semua, itu sudah di dalam satu ekosistem. Kalau sudah di setujuin dan investornya sudah di acc maka jadi masuk di incubasi di chat,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Marketing Communication ‘The Chef’, Kaloka menambahkan, aplikasi ini dibuat didasari oleh kecintaan para foundernya terhadap dunia kuliner dan atas perhatiannya terhadap kehidupan chef di Indonesia maupun dunia.

” Kami berharap, aplikasi ‘The Chef’ bisa sebagai sarana menjalin silaturahmi antar chef, memunculkan chef-chef baru dan berbakat, memudahkan pelaku usaha di bidang food industry dalam mendapatkan informasi dan memenuhi segala kebutuhannya,” tandasnya.

YEN

Share.

About Author

Leave A Reply