KPK Menilai Money Politik Pemicu Penyakit Jabatan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Gufron menilai, perbuatan korupsi merupakan penyakit jabatan. Hal itu dipicu proses politik yang terjadi di Indonesia.

” Kenapa pejabat melakukan penyalahgunaan wewenang, itu karena proses politik di Indonesia, masih proses- proses politik yang gagal. Sehingga melahirkan pejabat yang tidak diinginkan,” kata Nurul Gufron di Bondowoso, Jawa Timur, saat menghadiri acara seminar pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pendapa Bupati, Jumat (1/11).
 
Gufron mengatakan, perbuatan menyalahgunakan wewenang dengan menggunakan jabatan, diawali dari perjalanan menjadi pejabat. Seperti proses demokrasi, yang  didalamnya terdapat money politik. Hal itu terjadi dari tingkat atas sampai ketingkat paling bawah. Mulai dari Pemilihan Presiden, DPR, Gubenur, DPRD maupun Pemilihan Kepala Desa.

“Setelah mereka duduk, bukan lagi untuk melayani publik. Tetapi, bagaimana mereka mengembalikan modal yang telah dikeluarkan,” terangnya.

Menurut Gufron, mencegah terjadinya penyalahgunaan jabatan harus komprehensif. Tidak bisa menyalahkan koruptor, jika proses politiknya masih rusak.

“Kita semua baik dari level pimpinan sampai ke masyarakat, sama – sama harus menyadiri. Bahwa, proses politik harusnya tanpa money politik. Jika tidak ada kesadaran, proses politik tidak akan pernah melahirkan pejabat yang bersih,” ujarnya.

KPK berencana  bergandengan dengan para pembentuk kebijakan untuk mengubah sistem politik lebih bersih. Selama ini, kata dia, KPK tidak mampu menjangkau keseluruhan, dari hilir sampai hulu untuk melaksanakan tugas. Sedangkan, faktor kriminogen korupsi dari hulu sampai hilir.

“KPK merupakan penegak hukum, yang menegakkan hukum dihilir. Sementara, faktor kriminogen korupsi mulai dari hulu sampai hilir. Mereka terproduksi secara sistematis dalam politik yang kotor. Untuk itu, kami akan bergandengan dengan semuanya,” jelasnya.

SHODIQ

Share.

About Author

Leave A Reply