Albert Tiensa DPO, Rivan: Diharapkan Menjadi Pertimbangan Memberatkan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Suharso SH MH yang menangani perkara terdakwa Advokat Albert Tiensa, SH, diharapkan jeli dan mepertimbangkan berkas DPO (daftar pencarian orang) Albert Tiensa menjadi pertimbangan yang memberatkan.

Hal itu disampaikan saksi Pelapor Rivan Hartanto kepada media ini menjelang sidang putusan hakim yang telah diagendakan, Selasa (22/10/19), besok.

“Harapan kita selaku pencari keadilan, hakim memutuskan, menjatuhka hukuman yang lebih tinggi kepada terdakwa advokat Albert Tiensa dari pada terdakwa Silvi Hartanto. Apalagi, Silvi itukan korban dari perbuatan-perbuatan terdakwa Albert Tiensa,” ujar Rivan berharap.

Rivan juga berharap hakim mempertimbangkan bahwa Piping Mulya Pribadi (sudah di vonis 1 tahun 6 bulan dengan hakim yang sama) juga adalah korban dari pada Terdakwa Advokat Albert Tiensa.

” Diketahui bersama terdakwa Albert Tiensa sebelumnya sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan surat DPO/343/XII/2018/Ditreskrimum yang ditandatangani Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Nuredy Irwansyah pada Desember 2018. DPO itu dibuat setelah Jaksa peneliti dari Kejati DKI Jakarta menyatakan bahwa berkas terdakwa Advokat Albert Tiensa, SH sudah lengkap dan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya hendak pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ke kejaksaan, terdakwa Albert Tiensa tidak hadir,” ungkap Rivan.

Lebih jauh Rivan mengatakan meskipun telah dilakukan pemanggilan secara patut sebanyak 3 kali oleh Polda Metro Jaya, namun terdakwa Albert Tiensa tidak hadir juga, sehingga nama Albert Tiensa dimasukkan DPO oleh Polda Metro Jaya.

Sementara Piping Mulya Pribadi dengan kasus yang sama telah terlebih dahulu dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan pidana penjara. Padahal Piping Mulya Pribadi hanya manandatangani surat 14 April 2015 yang disodorkan Terdakwa Advokat Albert Tiensa. Dan Surat itu dipergunakan Terdakwa Advokat Albert Tiensa untuk kepentingan klien nya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidarlis, SH., MH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menjatuhkan Tuntutan 2 tahun 6 bulan pidana penjara terhadap menghadirkan terdakwa Advokat Albert Tiensa dan Terdakwa Silvi Hartanto karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakpidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP.

Saksi Benny mengakui bahwa dirinyalah yang mengetik surat 14 April 2015 itu atas perintah terdakwa Advokat Albert Tiensa. Setelah surat itu jadi, lalu kemudian surat itu dibawah oleh terdakwa Albert Tiensa dan Silvi Hartanto kepada Piping (staf kelurahan) untuk ditandatangani oleh Piping.

Setelah berhasil mendapatkan tandatangan dari Piping kemudian Terdakwa Albert Tiensa dan Terdakwa Silvi Hartanto menghadap Lurah Kemayoran Kemayoran untuk meminta tandatangan dan stempel Camat Kemayoran.

Kemudian Saksi Benny menjelaskan bahwa surat riwayat tanah palsu yang ditandatangani Piping yang tidak ditandatangani lurah itu dipergunakan oleh terdakwa Advokat Albert Tiensa menjadi bukti untuk kepentingan pembelaan pada perkara kliennya Lina Miranti yang dijerat perkara pidana.

Dengan adanya surat riwayat tanah palsu itu dimasukkan menjadi bukti oleh terdakwa Albert Tiensa pada perkara Lina Miranti, sehingga Majelis Hakim yang mengadili perkara Lina Miranti menjatuhkan putusan onslah.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply