Ditanya Kasus Alat Peraga Imtaq, Kasubdit Tipikor Enggan Komentar

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (IMTAQ) tahun anggaran 2018 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, hingga kini belum ada yang dijadikan tersangka.

Padahal Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, telah menaikkan statusnya  ketahap penyidikan.

” Dari data kepolisian pengadaan alat peraga IMTAQ yang menelan Rp 5,5 miliar ini diduga terjadi mark up harga¡ dengan menggunakan anggaran pembelanjaan daerah (APBD) tahun 2018, “ujar Amin Rais yang juga sebagai Sekretaris Umum Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Sulawesi Selatan.

Sebagai lembaga kontrol, pihaknya berharap aparat harusnya sesegera mungkin mengumumkan siapa saja dalang di balik kasus ini.

“Jangan sampai publik beropini lain. Ada apa, koq hingga kini belum ada dijadikan tersangka, “ketusnya.  

Sementara itu Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, saat ditemui di gedung Ditreskrimsus Polda Sulsel, Rabu (16/10)  enggan berkomentar lebih jauh tentang kasus ini, bahkan ia hanya menyuruh awak media untuk datang besok.

“Besok ajha datang, sekalian kita mau umumkan nama tersangkanya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pihak Polda Sulsel telah melakukan penggeledahan di kantor Bupati Gowa.

Proyek Imtag ini mulai dikerjakan pada Mei 2018 lalu. Adapun penyedia atau rekanan proyek ini adalah PT. Arsa Putra Mandiri yang dipinjam untuk digunakan oleh Rahmawati Bangsawan alias Neno.

Dengan adanya kerugian negara dalam kasus ini, Amin Rais berharap Penyidik Polda Sulsel mengumumkan proses hukum selanjutnya, dan siapa pun yang diduga terlibat segera di jadikan tersangka.

TIM

Share.

About Author

Leave A Reply