Sidang Bos CV Morodadi Kembali Digelar di PN Surabaya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang lanjutan Bos CV. Morodadi membayar upah dibawah upah minimum kota (UMK), Daniel Kurniawan Liem sebagai terdakwa Pelanggaran Tindak Pidana Ketenagakerjaan Pasal 90 Ayat (1) Jo Pasal 185 ayat (1) sanksi Penjara digelar di PN Surabaya, Selasa (15/10).

Sidang Terdakwa menghadirkan Saksi saudara TOHARI yang ditanyai Majelis Hakim soal gaji/upah perhari?

Saksi menjawab Rp. 35.000,-

Setelah itu, terdakwa Daniel Kurniawan Liem duduk di kursi panas langsung ditanyai dari JPU terkait upah apakah ada teguran atau peringatan dari dinas tenaga kerja?

“Tidak pernah,” jawab Terdakwa Daniel Liem.

Dalam persidangan, bukti surat teguran dari dinas tenaga kerja ditunjukkan didepan Ketua Majelis Hakim. Dan sidang ditutup dan akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan Tuntutan pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Harapan dari Kuasa Hukum Pekerja FSP KEP SPSI Surabaya, Namin mengungkapkan, saudara Daniel Kurniawan Liem dihukum penjara 4 tahun dan didenda Rp 400 juta.

“Hal itu dikarenakan hak pekerja yang hampir 5 tahun di biarkan tidak dibayar dan para pekerja dianggap sampah oleh Terdakwa Daniel Kurniawan Liem selaku pimpinan CV Morodadi. Maka kami mohon Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum(JPU) harus sesuai dengan perbuatan terdakwa dan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Namin.

Sidang lanjutan CV. Morodadi dihadiri oleh ratusan buruh dengan menggaungkan…. ‘Hidup Buruh. Hidup SPSI. Hidup SP KEP SPSI Surabaya usai sidang di PN Surabaya.

TIM

Share.

About Author

Leave A Reply